Islamologics



 Formulir Data Penulis Buku

Isi formulir ini bagi Anda yang ingin menerbitkan buku di Kami 

 Layanan Penerbitan ISBN Buku

Informasi mengenai biaya penerbitan ISBN resmi terdaftar di Perpusnas dan Internasional (mulai harga Rp300.000,-)

 Layanan Konversi Hasil Penelitian, PkM, Skripsi, Tesis, & Disertasi menjadi Buku

Informasi untuk Anda yang ingin mengkonversi karya ilmiah menjadi sebuah buku referensi/monograf ber-ISBN (mulai harga Rp500.000,-)

 Layanan Pengurusan HaKI Karya Ilmiah

Informasi untuk Anda yang ingin membuat HaKI di Kami (mulai harga Rp350.000,-)

 Layanan Indeksasi Google Play Books

Informasi untuk Anda yang ingin buku terbitannya terindeks di Google Books sehingga mudah di-sitasi dan dibaca secara global (mulai harga Rp100.000,-)

 Layanan Penambahan Sitasi Artikel di Google Scholar

Informasi untuk Anda yang memiliki artikel ilmiah (Jurnal, Buku, Skripsi, Tesis, & Disertasi dll), dan ingin ditambah sitasinya sehingga H-Index Google Scholar Anda naik (mulai harga Rp20.000,-)

 Layanan Indeksasi Artikel Bebas, Opini, Catatan Akademik di Google Scholar

Informasi untuk Anda yang memiliki artikel bebas, opini, catatan akademik/kuliah, Skripsi, Tesis, Disertasi dll, dan ingin terindeks Google Scholar secara otomatis (tidak manual) sehingga mudah di-sitasi dan dibaca secara global (mulai harga Rp50.000,-)

 Hubungi Kami: Klik Disini (Nindi)

Hubungi narahubung Kami untuk pembelian buku-buku terbitan Kami

1. Pengertian Collocation

Collocation adalah kombinasi kata-kata yang secara alami dan lazim digunakan bersama dalam bahasa Inggris, sehingga terdengar wajar dan idiomatis bagi penutur asli. Kata "collocation" berasal dari bahasa Latin collocare, yang berarti "menempatkan bersama". Dalam linguistik, collocation merujuk pada kecenderungan suatu kata untuk muncul bersama kata lain secara berulang dan konsisten dalam penggunaan bahasa yang nyata.

Konsep paling mendasar dari collocation adalah bahwa tidak semua kombinasi kata yang secara gramatikal benar juga terdengar alami bagi penutur asli bahasa Inggris. Misalnya, secara gramatikal seseorang bisa saja mengatakan do a mistake, tetapi penutur asli bahasa Inggris akan mengatakan make a mistake, bukan do a mistake. Keduanya secara logika masuk akal, tetapi hanya satu yang merupakan collocation yang tepat. Inilah yang membedakan seseorang yang hanya tahu tata bahasa dari seseorang yang benar-benar menguasai bahasa secara alami dan idiomatis.

Collocation berbeda dari idiom. Idiom adalah ungkapan yang maknanya tidak dapat ditebak dari kata-kata pembentuknya, misalnya kick the bucket yang berarti "meninggal dunia". Collocation, sebaliknya, masih memiliki makna yang transparan dan dapat ditebak; yang menjadi ciri khasnya adalah pasangan katanya yang sudah "baku" dalam penggunaan sehari-hari. Collocation juga berbeda dari fixed expression atau set phrase seperti by the way atau as a matter of fact, yang merupakan ungkapan baku yang tidak bisa diubah sama sekali.

Dalam pembelajaran bahasa Inggris, collocation merupakan salah satu aspek yang paling menantang sekaligus paling penting untuk dikuasai. Penguasaan collocation membuat seseorang terdengar lebih seperti penutur asli, tulisan menjadi lebih natural dan mengalir, serta pemahaman terhadap teks berbahasa Inggris menjadi jauh lebih baik. Tanpa pengetahuan collocation, seseorang mungkin menghasilkan kalimat yang secara gramatikal benar tetapi terdengar janggal atau kaku di telinga penutur asli.


2. Mengapa Collocation Penting?

Collocation merupakan salah satu komponen inti dari kemampuan berbahasa yang sesungguhnya. Seseorang yang hanya mempelajari kosakata secara terpisah — tanpa memahami kata-kata mana yang lazim berpasangan — akan kesulitan untuk berkomunikasi secara alami dan efektif dalam bahasa Inggris, baik secara lisan maupun tulisan.

Pertama, collocation membuat bahasa terdengar alami dan idiomatis. Penutur asli bahasa Inggris tidak berpikir panjang saat memilih kata; mereka menggunakan kombinasi kata yang sudah tertanam secara intuitif melalui paparan bertahun-tahun. Ketika seorang pelajar menggunakan collocation yang salah, kalimatnya mungkin tetap dipahami, tetapi langsung terdengar "asing" atau tidak native. Misalnya, mengatakan strong rain alih-alih heavy rain akan langsung terasa janggal bagi penutur asli, meskipun secara logika hujan yang kuat dan hujan yang berat bisa dianggap sama.

Kedua, penguasaan collocation meningkatkan kefasihan berbicara dan menulis. Ketika seseorang sudah hafal pasangan kata yang lazim, ia tidak perlu berpikir terlalu lama untuk menyusun kalimat. Otak dapat memproses unit-unit collocation sebagai satu kesatuan, sehingga produksi bahasa menjadi lebih cepat dan lancar. Ini sangat penting dalam percakapan spontan maupun penulisan akademik.

Ketiga, collocation sangat penting dalam penulisan akademik dan profesional. Tulisan akademik bahasa Inggris yang baik tidak hanya harus gramatikal, tetapi juga harus menggunakan pasangan kata yang tepat dan lazim. Penggunaan collocation yang salah dalam esai, jurnal, atau laporan profesional dapat membuat tulisan terkesan amatir atau kurang meyakinkan.

Keempat, pemahaman collocation meningkatkan kemampuan membaca dan mendengarkan. Ketika seseorang sudah terbiasa dengan collocation, ia lebih mudah memahami teks karena dapat langsung mengenali unit-unit makna tanpa harus mengurai setiap kata satu per satu. Hal ini membuat proses membaca dan mendengarkan menjadi lebih cepat dan efisien.

Kelima, collocation membantu dalam persiapan ujian bahasa Inggris seperti IELTS, TOEFL, Cambridge, dan sebagainya. Soal-soal vocabulary dan writing dalam ujian tersebut sangat mengandalkan pengetahuan collocation. Jawaban yang menggunakan collocation yang tepat akan mendapat nilai lebih tinggi dibandingkan jawaban yang hanya mengandalkan tata bahasa.


3. Jenis-Jenis Collocation

Collocation dapat diklasifikasikan berdasarkan kombinasi kelas kata (part of speech) yang terlibat. Terdapat beberapa jenis utama collocation yang paling sering ditemui dalam bahasa Inggris.

A. Verb + Noun (Kata Kerja + Kata Benda)

Ini adalah jenis collocation yang paling umum dan paling sering dipelajari. Pada jenis ini, sebuah kata kerja secara lazim berpasangan dengan kata benda tertentu.

Contoh pasangan yang benar:

  • make a decision (bukan do a decision)
  • take a risk (bukan make a risk)
  • do homework (bukan make homework)
  • make a mistake (bukan do a mistake)
  • pay attention (bukan give attention)
  • have a conversation (bukan make a conversation)
  • catch a cold (bukan get a cold dalam banyak konteks formal)
  • break a record (bukan beat a record dalam konteks ini)
  • keep a promise (bukan hold a promise)
  • raise a question (bukan lift a question)
  • commit a crime (bukan do a crime)
  • reach a conclusion (bukan arrive a conclusion)
  • set a goal (bukan put a goal)
  • run a business (bukan do a business)
  • give a speech (bukan make a speech — keduanya lazim, tetapi give lebih umum)

Salah satu kebingungan paling umum bagi pelajar bahasa Inggris adalah penggunaan verba make dan do karena keduanya diterjemahkan sebagai "melakukan" atau "membuat" dalam bahasa Indonesia. Namun, dalam bahasa Inggris keduanya memiliki pasangan collocation masing-masing yang tidak bisa ditukar sembarangan.

Make umumnya digunakan untuk collocation yang menghasilkan sesuatu atau yang bersifat kreatif:

  • make a cake, make a plan, make a phone call, make a noise, make progress, make an effort, make an appointment, make a difference, make a complaint, make a list

Do umumnya digunakan untuk collocation yang berkaitan dengan aktivitas, pekerjaan, atau tugas:

  • do homework, do research, do a favor, do the dishes, do business, do exercise, do damage, do good, do harm, do one's best

B. Adjective + Noun (Kata Sifat + Kata Benda)

Jenis collocation ini melibatkan kata sifat yang secara lazim berpasangan dengan kata benda tertentu. Tidak semua kata sifat yang memiliki arti serupa dapat digunakan secara bergantian dengan kata benda yang sama.

Contoh:

  • heavy rain (bukan strong rain)
  • strong wind (bukan heavy wind)
  • heavy traffic (bukan thick traffic)
  • deep sleep (bukan heavy sleep dalam banyak konteks)
  • high temperature (bukan tall temperature)
  • tall building (bukan high building dalam beberapa konteks)
  • fast food (bukan quick food)
  • quick decision (bukan fast decision)
  • bright idea (bukan strong idea)
  • strong coffee (bukan heavy coffee)
  • bitter cold (bukan sharp cold)
  • sharp pain (bukan strong pain)
  • broad daylight (bukan wide daylight)
  • wide range (bukan broad range — keduanya lazim tergantung konteks)
  • blind faith (bukan sightless faith)
  • deep regret (bukan strong regret)
  • burning desire (bukan hot desire)
  • raging storm (bukan angry storm)

Kata-kata seperti strong, heavy, high, deep, big, great memiliki distribusi collocation yang berbeda-beda dan tidak selalu dapat saling menggantikan, meskipun dalam bahasa Indonesia semuanya bisa diterjemahkan dengan kata yang sama.

C. Noun + Verb (Kata Benda + Kata Kerja)

Pada jenis ini, kata benda tertentu secara lazim berpasangan dengan kata kerja tertentu sebagai predikatnya.

Contoh:

  • The bomb exploded (bukan The bomb blew)
  • The alarm went off (bukan The alarm rang off)
  • The sun rises (bukan The sun comes up — keduanya lazim, tetapi rises lebih formal)
  • The economy grew (bukan The economy got bigger)
  • Prices rose/fell (bukan Prices went up/down — keduanya lazim, tetapi konteks berbeda)
  • The meeting adjourned (bukan The meeting ended — keduanya lazim, tetapi adjourned lebih formal)
  • Opportunity arises (bukan opportunity comes)
  • A problem occurred (bukan A problem happened — keduanya lazim tergantung konteks)
  • Rain poured (bukan Rain fell heavily — keduanya lazim)
  • Rumors spread (bukan Rumors go around — keduanya lazim)

D. Noun + Noun (Kata Benda + Kata Benda)

Jenis collocation ini melibatkan dua kata benda yang secara lazim berpasangan, seringkali membentuk compound noun atau noun phrase.

Contoh:

  • traffic jam (bukan car jam)
  • bus stop (bukan bus station untuk halte kecil)
  • blood pressure (bukan blood force)
  • heart attack (bukan heart strike)
  • bank account (bukan money account)
  • phone call (bukan telephone call — keduanya lazim)
  • team player (bukan group player)
  • role model (bukan example model)
  • time management (bukan time control)
  • customer service (bukan client service)
  • research paper (bukan study paper)
  • living room (bukan life room)
  • washing machine (bukan cleaning machine)
  • alarm clock (bukan warning clock)
  • pocket money (bukan bag money)

E. Adverb + Adjective (Kata Keterangan + Kata Sifat)

Jenis collocation ini melibatkan kata keterangan yang secara lazim memperkuat atau memperlemah kata sifat tertentu.

Contoh:

  • deeply sorry (bukan very sorry — keduanya lazim, tetapi deeply terasa lebih formal dan tulus)
  • fully aware (bukan completely aware — keduanya lazim)
  • highly unlikely (bukan very unlikely — keduanya lazim, tetapi highly lebih idiomatis)
  • bitterly cold (bukan very cold — bitterly memberikan nuansa emosi)
  • ridiculously expensive (bukan very expensive dalam percakapan kasual)
  • perfectly clear (bukan completely clear — keduanya lazim)
  • absolutely certain (bukan very certain)
  • deeply concerned (bukan very concerned)
  • fiercely competitive (bukan very competitive)
  • heavily pregnant (bukan very pregnant)
  • widely known (bukan very known)
  • strongly recommended (bukan very recommended)
  • deeply rooted (bukan strongly rooted)
  • painfully obvious (bukan very obvious)
  • utterly exhausted (bukan very exhausted)

F. Verb + Adverb (Kata Kerja + Kata Keterangan)

Pada jenis ini, kata kerja tertentu secara lazim berpasangan dengan kata keterangan tertentu.

Contoh:

  • sleep soundly (bukan sleep deeply — keduanya lazim tergantung konteks)
  • smile broadly (bukan smile widely)
  • breathe deeply (bukan breathe strongly)
  • deny strongly (bukan deny loudly)
  • recommend highly (bukan recommend greatly)
  • appreciate deeply (bukan appreciate strongly)
  • apologize sincerely (bukan apologize truly)
  • argue fiercely (bukan argue strongly)
  • rain heavily (bukan rain strongly)
  • contribute significantly (bukan contribute much)
  • improve dramatically (bukan improve much)
  • win easily (bukan win simply)
  • fail miserably (bukan fail badly — keduanya lazim, tetapi miserably lebih emosional)
  • succeed brilliantly (bukan succeed very well)
  • criticize harshly (bukan criticize strongly)

4. Tingkat Kekuatan Collocation

Tidak semua collocation memiliki kekuatan ikatan yang sama. Dalam linguistik, collocation dapat dibedakan berdasarkan seberapa kuat keterikatan antara kata-kata yang berpasangan.

A. Strong Collocation (Collocation Kuat)

Strong collocation adalah pasangan kata yang sangat erat dan hampir tidak bisa digantikan oleh kata lain. Kata-kata dalam strong collocation membentuk unit yang sangat baku dan khas.

Contoh:

  • rancid butter — kata rancid hampir selalu muncul bersama makanan yang berminyak yang sudah rusak, dan jarang digunakan dalam konteks lain.
  • blind rage — blind di sini tidak bisa digantikan dengan sightless atau unseeing.
  • categorical denial — categorical sangat erat dengan denial dalam konteks formal.
  • dire consequences — dire sangat sering berpasangan dengan kata-kata yang menyiratkan hal buruk seperti consequences, need, warning.
  • commit suicide — verba commit sangat erat kaitannya dengan suicide, crime, murder.
  • burst into tears — frasa ini sangat baku dan tidak bisa digantikan dengan break into tears.
  • wreak havoc — wreak hampir selalu berpasangan dengan havoc atau vengeance.
  • curry favor — curry dalam arti ini hanya berpasangan dengan favor.

B. Medium Collocation (Collocation Sedang)

Medium collocation adalah pasangan kata yang lazim berpasangan tetapi masih ada beberapa alternatif yang juga dapat diterima.

Contoh:

  • make/take a decision — keduanya lazim digunakan, meskipun make a decision lebih umum.
  • heavy/severe rain — keduanya dapat digunakan, tetapi dalam konteks berbeda.
  • give/deliver a speech — keduanya dapat diterima.

C. Weak Collocation (Collocation Lemah)

Weak collocation adalah pasangan kata yang cukup umum digunakan bersama, tetapi salah satu kata dapat dengan mudah digantikan oleh sinonimnya tanpa membuat kalimat terdengar janggal.

Contoh:

  • a big/large/huge problem — ketiga adjektif ini dapat digunakan secara bergantian dengan cukup bebas.
  • walk quickly/fast/rapidly — ketiganya dapat saling menggantikan.

5. Collocation Berdasarkan Topik

Selain berdasarkan jenis kelas kata, collocation juga dapat dikelompokkan berdasarkan topik atau bidang tertentu. Menguasai collocation berdasarkan topik sangat berguna karena dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam ujian bahasa Inggris, tema-tema tertentu sering muncul secara berulang.

A. Collocation Seputar Waktu

  • waste time / spend time / save time / take time / kill time
  • in time (tepat waktu) vs. on time (sesuai jadwal)
  • at the moment / for the time being / in the meantime
  • run out of time / buy time / lose track of time
  • free time / spare time / quality time
  • time flies / time passes
  • long time / short time
  • in due time / in good time

B. Collocation Seputar Uang

  • earn money / make money / save money / spend money / waste money / invest money / borrow money / lend money
  • pay a bill / pay a fine / pay taxes / pay a debt
  • run out of money / run into debt
  • open an account / close an account / bank account / savings account
  • go bankrupt / declare bankruptcy
  • raise funds / generate revenue / cut costs / reduce expenses
  • a sum of money / a large amount of money
  • price rises/falls / price increases/decreases

C. Collocation Seputar Pekerjaan dan Karier

  • apply for a job / get a job / lose a job / quit a job / offer a job
  • do business / run a business / set up a business / build a business
  • attend a meeting / chair a meeting / hold a meeting / call a meeting
  • meet a deadline / miss a deadline
  • make progress / achieve a goal / reach a target
  • gain experience / develop skills / build a career
  • take a day off / go on leave / work overtime
  • promote someone / demote someone / fire someone / resign from a position

D. Collocation Seputar Kesehatan

  • catch a cold / come down with a fever / suffer from headache
  • take medicine / take a pill / prescribe medication
  • undergo surgery / have an operation
  • make a full recovery / recover from illness
  • be in good health / be in poor health
  • maintain good health / improve one's health
  • exercise regularly / lead a healthy lifestyle
  • a sharp pain / a dull ache / a splitting headache
  • high blood pressure / low blood pressure
  • have a checkup / go for a check-up

E. Collocation Seputar Pendidikan

  • attend school / go to school / drop out of school
  • take an exam / pass an exam / fail an exam / sit an exam
  • do research / conduct research / carry out research
  • write an essay / submit an assignment / complete a course
  • acquire knowledge / gain knowledge / broaden one's knowledge
  • develop a skill / master a skill / improve a skill
  • reach a high standard / meet requirements
  • study hard / work hard / make an effort

F. Collocation Seputar Perjalanan dan Transportasi

  • catch a bus/train/flight / miss a bus/train/flight
  • take a taxi / hail a cab
  • book a ticket / reserve a seat / cancel a reservation
  • go on a trip / take a trip / make a journey
  • heavy traffic / traffic jam / traffic congestion
  • check in / check out
  • a long-haul flight / a short-haul flight
  • a direct flight / a connecting flight
  • get lost / find one's way / follow directions

G. Collocation Seputar Emosi dan Perasaan

  • feel deeply / feel strongly / feel anxious
  • burst into tears / break down / hold back tears
  • lose one's temper / keep one's cool / fly into a rage
  • have a feeling / get a feeling / share one's feelings
  • express concern / raise concerns / allay fears
  • overcome fear / face one's fear
  • be in a good mood / be in a bad mood
  • deeply moved / greatly relieved / bitterly disappointed
  • harbor resentment / bear a grudge

6. Perbedaan Collocation dengan Konsep yang Mirip

Dalam mempelajari collocation, penting untuk membedakannya dari beberapa konsep linguistik lain yang sering kali membingungkan.

A. Collocation vs. Idiom

Idiom adalah ungkapan yang maknanya sama sekali tidak bisa ditebak dari kata-kata yang membentuknya. Maknanya bersifat figuratif dan tidak literal.

Contoh idiom:

  • kick the bucket = meninggal dunia (bukan benar-benar menendang ember)
  • it's raining cats and dogs = hujan sangat lebat (bukan benar-benar hujan kucing dan anjing)
  • bite the bullet = bertahan dalam situasi sulit (bukan benar-benar menggigit peluru)

Collocation, sebaliknya, masih memiliki makna yang transparan dan literal. Yang menjadi cirinya adalah pasangan katanya yang baku dan alami.

Contoh collocation:

  • make a decision — maknanya jelas, yaitu mengambil keputusan; yang khas adalah penggunaan make bukan do atau take (meskipun take a decision juga lazim dalam British English)
  • heavy rain — maknanya jelas, yaitu hujan lebat; yang khas adalah penggunaan heavy bukan strong

B. Collocation vs. Fixed Expression

Fixed expression atau set phrase adalah ungkapan yang bentuknya sangat baku dan tidak bisa diubah sama sekali tanpa merusak makna atau kealamiannya.

Contoh fixed expression:

  • by the way (ngomong-ngomong)
  • as a matter of fact (sebenarnya)
  • once in a blue moon (sangat jarang)
  • ladies and gentlemen (bukan gentlemen and ladies)

Collocation masih memiliki sedikit fleksibilitas karena berfokus pada kecenderungan pasangan kata, bukan pada kekakuan urutan yang mutlak.

C. Collocation vs. Compound Noun

Compound noun adalah dua kata atau lebih yang bergabung membentuk satu kata benda dengan makna baru yang spesifik. Compound noun bisa ditulis sebagai satu kata, dua kata terpisah, atau dua kata dengan tanda hubung.

Contoh compound noun:

  • toothbrush (sikat gigi)
  • football (sepak bola)
  • swimming pool (kolam renang)
  • air-conditioner (pendingin udara)

Compound noun adalah bentuk tetap yang sudah menjadi entri kamus tersendiri. Collocation, di sisi lain, adalah kecenderungan pasangan kata yang lebih fleksibel dan mencakup berbagai kelas kata, bukan hanya noun.

D. Collocation vs. Free Combination

Free combination adalah pasangan kata yang tidak memiliki ikatan collocation; kedua kata dapat digabungkan secara bebas berdasarkan makna logisnya saja.

Contoh free combination:

  • a red car / a blue car / a green car — warna apa saja dapat berpasangan dengan car secara bebas.
  • eat an apple / eat a banana / eat a sandwich — objek makan bisa sangat beragam tanpa batasan collocation yang ketat.

7. Collocation dalam Konteks Formal dan Informal

Collocation tidak bersifat universal dalam hal tingkat formalitas. Beberapa collocation lebih tepat digunakan dalam konteks formal seperti penulisan akademik atau presentasi profesional, sementara yang lain lebih lazim dalam percakapan sehari-hari atau tulisan informal.

A. Collocation Formal

Collocation formal umumnya menggunakan kata-kata yang berasal dari bahasa Latin atau bahasa Prancis (yang masuk ke bahasa Inggris melalui pengaruh Norman Prancis pada abad ke-11). Collocation ini sering ditemukan dalam teks akademik, laporan bisnis, dokumen hukum, dan jurnal ilmiah.

Contoh collocation formal:

  • conduct research (bukan do research yang lebih informal)
  • submit a report (bukan hand in a report)
  • terminate employment (bukan fire someone)
  • commence proceedings (bukan start the process)
  • render assistance (bukan give help)
  • raise concerns (bukan bring up worries)
  • implement a policy (bukan put a policy in place)
  • achieve significant results (bukan get good results)
  • prior to commencement (bukan before starting)
  • pursuant to regulations (bukan according to the rules)

B. Collocation Informal

Collocation informal lebih umum dalam percakapan sehari-hari, teks pesan, media sosial, dan tulisan kasual.

Contoh collocation informal:

  • grab a bite (makan sesuatu dengan cepat)
  • give it a shot (mencoba sesuatu)
  • hang out with friends (menghabiskan waktu bersama teman)
  • catch a break (mendapat kesempatan atau keberuntungan)
  • hit the road (mulai perjalanan)
  • call it a day (mengakhiri pekerjaan atau aktivitas)
  • take it easy (bersantai atau tidak terlalu khawatir)
  • keep in touch (tetap berhubungan)
  • run out of (kehabisan sesuatu)
  • drop someone a line (menghubungi seseorang)

8. Collocation dalam Penulisan Akademik

Penguasaan collocation sangat penting dalam penulisan akademik bahasa Inggris. Tulisan akademik yang baik tidak hanya harus gramatikal dan koheren, tetapi juga harus menggunakan kombinasi kata yang tepat dan lazim agar terdengar kredibel dan profesional.

A. Collocation untuk Menyatakan Argumen dan Pendapat

  • argue that / claim that / assert that / contend that / maintain that
  • strongly argue / convincingly demonstrate / clearly show
  • provide evidence / present data / offer support
  • raise a point / make a point / address an issue
  • support a view / challenge a view / refute a claim

B. Collocation untuk Menjelaskan Metode Penelitian

  • conduct a study / carry out an experiment / undertake research
  • collect data / gather information / obtain results
  • analyze findings / examine evidence / interpret results
  • draw a conclusion / reach a conclusion
  • confirm a hypothesis / test a theory / validate a model

C. Collocation untuk Menghubungkan Ide

  • in contrast to / in comparison with / as opposed to
  • in light of / in view of / with regard to
  • it is worth noting that / it is important to consider that
  • as previously mentioned / as discussed above
  • this suggests that / this implies that / this indicates that

D. Collocation untuk Menggambarkan Tren dan Perubahan

  • prices rose sharply / prices fell dramatically / prices remained stable
  • a significant increase / a gradual decline / a dramatic rise
  • the situation improved markedly / the problem worsened considerably
  • a steady growth / a rapid expansion / a sudden drop
  • reach a peak / hit a low point / level off

9. Collocation dengan Kata-Kata yang Sering Membingungkan

Beberapa kata dalam bahasa Inggris memiliki arti yang mirip dalam bahasa Indonesia, tetapi memiliki collocation yang berbeda-beda dan tidak dapat digunakan secara sembarangan. Memahami perbedaan collocation kata-kata ini sangat penting.

A. MAKE vs. DO

Ini adalah salah satu sumber kebingungan terbesar bagi pelajar bahasa Inggris. Kedua kata ini diterjemahkan sebagai "melakukan" atau "membuat" dalam bahasa Indonesia, tetapi collocasinya sangat berbeda.

Collocation dengan MAKE:

  • make a mistake, make a decision, make a plan, make an effort, make progress, make a phone call, make an appointment, make a suggestion, make a profit, make a loss, make a speech, make a complaint, make an excuse, make a promise, make friends, make a bed, make money, make noise

Collocation dengan DO:

  • do homework, do research, do a favor, do damage, do harm, do good, do business, do the dishes, do exercise, do one's best, do a course, do a test, do the laundry, do work, do yoga, do nothing

Panduan umum (meskipun tidak mutlak): make cenderung digunakan untuk sesuatu yang "dibuat" atau "dihasilkan", sedangkan do cenderung digunakan untuk aktivitas atau tugas yang dikerjakan.

B. STRONG vs. HEAVY vs. HIGH

Ketiga kata ini sering kali diterjemahkan sebagai "kuat" atau "tinggi" dalam bahasa Indonesia, tetapi collocasinya berbeda.

STRONG: strong coffee, strong wind, strong feeling, strong accent, strong argument, strong evidence, strong influence, strong opinion, strong language, strong smell

HEAVY: heavy rain, heavy traffic, heavy load, heavy smoker, heavy drinker, heavy industry, heavy snow, heavy accent (juga lazim), heavy meal, heavy heart

HIGH: high temperature, high price, high quality, high risk, high speed, high level, high standard, high demand, high percentage, high salary

C. BIG vs. LARGE vs. GREAT

Ketiga kata ini sering diterjemahkan sebagai "besar", tetapi collocasinya berbeda.

BIG: big deal, big mistake, big opportunity, big problem, big smile, big picture, big difference, big fan, big question

LARGE: large number, large amount, large scale, large company, large quantity, large proportion, large extent, large area

GREAT: great success, great pleasure, great importance, great effort, great achievement, great impact, great deal of (very much), great fun, great opportunity (juga lazim)

D. TAKE vs. HAVE vs. GET

Ketiga kata ini sering menimbulkan kebingungan karena semuanya dapat berarti "mengambil", "mendapatkan", atau "memiliki" tergantung konteks.

TAKE: take a break, take a risk, take a photo, take notes, take responsibility, take an exam (British English), take a shower, take medicine, take a step, take action, take advantage of

HAVE: have a meeting, have a rest, have a look, have a dream, have a conversation, have a problem, have fun, have a meal, have a shower (juga lazim), have an argument, have an impact

GET: get permission, get a chance, get a job, get angry, get married, get divorced, get lost, get dressed, get ready, get involved, get tired

E. SAY vs. TELL vs. SPEAK vs. TALK

Keempat kata ini berkaitan dengan komunikasi verbal, tetapi collocasinya sangat berbeda.

SAY: say a word, say a prayer, say hello/goodbye, say something, say sorry, say the truth (meskipun tell the truth lebih lazim)

TELL: tell a story, tell a lie, tell the truth, tell a joke, tell someone something, tell the difference, tell the time

SPEAK: speak a language, speak fluently, speak publicly, speak one's mind, speak volumes, speak the truth

TALK: talk about something, talk sense, talk nonsense, talk business, talk one's way out of, talk to someone


10. Collocation Kata Kerja yang Lazim

Beberapa kata kerja dalam bahasa Inggris memiliki jaringan collocation yang sangat luas dan produktif. Memahami collocation kata-kata kerja ini akan sangat memperkaya kemampuan berbahasa.

A. Collocation dengan GIVE

  • give advice / give a speech / give a presentation / give permission
  • give support / give help / give encouragement / give feedback
  • give birth / give way / give up / give in
  • give someone a call / give someone a hand / give someone a chance
  • give a sigh / give a smile / give a look

B. Collocation dengan TAKE

  • take a seat / take a break / take a step / take a risk
  • take a photo / take notes / take a message / take turns
  • take responsibility / take pride in / take part in / take control of
  • take care of / take advantage of / take place / take effect
  • take a nap / take a trip / take action / take initiative

C. Collocation dengan HAVE

  • have a meal / have a drink / have a snack / have a coffee
  • have a meeting / have a discussion / have a conversation / have a chat
  • have fun / have a good time / have a rest / have a nap
  • have a chance / have an opportunity / have a problem / have a dream
  • have an impact / have an effect on / have influence over

D. Collocation dengan GET

  • get angry / get tired / get bored / get excited
  • get married / get divorced / get dressed / get ready
  • get a job / get a promotion / get permission / get a chance
  • get lost / get stuck / get involved / get started
  • get better / get worse / get worse over time

E. Collocation dengan KEEP

  • keep a promise / keep a secret / keep a record / keep a diary
  • keep in touch / keep in mind / keep an eye on / keep track of
  • keep calm / keep quiet / keep busy / keep fit
  • keep up with / keep going / keep trying / keep working

11. Collocation Kata Sifat yang Lazim

Beberapa kata sifat memiliki jaringan collocation yang sangat produktif dan sering muncul dalam berbagai konteks.

A. Collocation dengan DEEP

Kata deep memiliki makna yang jauh melampaui kedalaman fisik. Dalam collocation, deep sering berpasangan dengan kata-kata yang menyiratkan intensitas atau kedalaman emosi, pikiran, atau keadaan.

  • deep sleep / deep breathing / deep water
  • deep thought / deep concern / deep regret / deep sadness
  • deep knowledge / deep understanding / deep insight
  • deep voice / deep color / deep wound
  • deep impact / deep roots / deep connection
  • deeply moved / deeply concerned / deeply committed / deeply rooted

B. Collocation dengan HEAVY

  • heavy rain / heavy snow / heavy fog / heavy storm
  • heavy traffic / heavy load / heavy burden / heavy industry
  • heavy smoker / heavy drinker / heavy sleeper / heavy eater
  • heavy accent / heavy heart / heavy breathing / heavy silence
  • heavy responsibility / heavy price

C. Collocation dengan STRONG

  • strong coffee / strong tea / strong smell / strong taste
  • strong wind / strong current / strong force
  • strong argument / strong evidence / strong belief / strong opinion
  • strong influence / strong impact / strong desire / strong feeling
  • strong language / strong character / strong personality
  • strongly agree / strongly disagree / strongly recommend

D. Collocation dengan HIGH

  • high quality / high standard / high level / high grade
  • high price / high cost / high income / high salary
  • high risk / high chance / high probability
  • high speed / high performance / high efficiency
  • high temperature / high pressure / high altitude
  • highly educated / highly skilled / highly recommended

12. Kesalahan Collocation yang Sering Dilakukan Pelajar

Banyak kesalahan collocation terjadi karena pelajar menerjemahkan langsung dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, atau karena menggunakan sinonim secara bebas tanpa memperhatikan konteks collocation yang tepat.

A. Kesalahan dengan Make/Do

Salah: I did a mistake in the exam.
Benar: I made a mistake in the exam.

Salah: She made her homework last night.
Benar: She did her homework last night.

Salah: He did a decision to resign.
Benar: He made a decision to resign.

Salah: They made research on climate change.
Benar: They did/conducted research on climate change.

B. Kesalahan dengan Adjective + Noun

Salah: There was a strong rain last night.
Benar: There was heavy rain last night.

Salah: She has a high fever and needs rest. ✔ (ini benar)
Salah: He drives at a high velocity. — high speed lebih alami daripada high velocity dalam konteks percakapan.

Salah: We need to find a quick solution to this big problem. ✔ (Ini sebenarnya benar)
Salah: The company made a big progress this year.
Benar: The company made great/significant progress this year. — progress tidak berpasangan dengan big.

C. Kesalahan dengan Verb + Noun

Salah: She did a speech at the conference.
Benar: She gave/delivered a speech at the conference.

Salah: He made a business in Jakarta.
Benar: He runs/does business in Jakarta.

Salah: We need to do a decision quickly.
Benar: We need to make a decision quickly.

Salah: She won a gold medal at the competition. ✔ (Ini benar)
Salah: He gained a victory over his opponent. — won a victory atau achieved victory lebih lazim dari gained a victory dalam banyak konteks.

D. Kesalahan Umum Lainnya

Salah: He has a strong accent. — ini sebenarnya benar, tetapi heavy accent juga sangat lazim.
Salah: Please do your best. ✔ (Ini benar)
Salah: She told a lie to her parents. ✔ (Ini benar)
Salah: He said a lie to his teacher.
Benar: He told a lie to his teacher. (tell berpasangan dengan a lie, bukan say)

Salah: I will pay attention to his words. ✔ (Ini benar)
Salah: I will give attention to his words.
Benar: I will pay attention to his words. (pay attention, bukan give attention)

Salah: She passed the exam with flying colors. ✔ (Ini benar — ini idiom sekaligus collocation)
Salah: He caught influenza last week. — caught a cold lebih umum; untuk influenza biasanya came down with flu atau got the flu.


13. Cara Belajar dan Menguasai Collocation

Menguasai collocation bukanlah sesuatu yang bisa dicapai hanya dengan menghafal daftar kata. Diperlukan pendekatan yang sistematis, konsisten, dan kontekstual.

A. Baca Banyak Teks Bahasa Inggris

Membaca adalah cara paling alami untuk terpapar collocation dalam konteks nyata. Dengan membaca artikel berita, novel, jurnal akademik, blog, dan berbagai teks lainnya, seseorang secara tidak sadar mulai mengenali pola-pola collocation yang sering muncul. Semakin banyak jenis teks yang dibaca, semakin luas pula pengetahuan collocation yang diperoleh.

B. Gunakan Kamus Collocation

Berbeda dari kamus biasa yang mendefinisikan arti kata, kamus collocation (seperti Oxford Collocations Dictionary for Students of English) secara khusus menunjukkan kata-kata mana yang lazim berpasangan dengan entri kata tertentu. Kamus ini sangat berguna karena memberikan contoh kalimat sekaligus konteks penggunaannya.

C. Pelajari Collocation dalam Konteks, Bukan Daftar

Mempelajari collocation sebagai daftar yang terisolasi kurang efektif dibandingkan mempelajarinya dalam konteks kalimat atau paragraf. Ketika seseorang melihat collocation dalam konteks, ia lebih mudah memahami nuansa maknanya dan lebih mudah mengingatnya karena terhubung dengan informasi lain dalam kalimat.

D. Buat Catatan Collocation

Saat membaca atau mendengarkan bahasa Inggris, buatlah catatan khusus untuk collocation yang baru ditemukan. Catat bukan hanya pasangan katanya, tetapi juga contoh kalimatnya dan konteks penggunaannya. Catatan ini dapat diorganisir berdasarkan topik, kata kunci, atau jenis kelas kata.

E. Gunakan Corpus dan Alat Daring

Corpus adalah kumpulan besar teks bahasa Inggris yang dapat dicari secara digital untuk melihat bagaimana suatu kata digunakan dalam konteks nyata. Beberapa corpus yang tersedia secara gratis antara lain:

  • COCA (Corpus of Contemporary American English) di corpus.byu.edu
  • British National Corpus (BNC)
  • SKELL (Sketch Engine for Language Learning)
  • Google Books Ngram Viewer untuk melihat frekuensi penggunaan suatu frasa dari waktu ke waktu

Dengan menggunakan corpus, seseorang dapat melihat secara empiris kata-kata mana yang paling sering muncul bersama suatu kata tertentu.

F. Berlatih dengan Input dan Output

Pemahaman collocation (input) harus diimbangi dengan penggunaan aktif (output). Setelah mempelajari collocation baru, cobalah langsung menggunakannya dalam tulisan atau percakapan. Semakin sering collocation digunakan dalam konteks yang bermakna, semakin kuat pula ingatan terhadap collocation tersebut.

G. Dengarkan Audio Bahasa Inggris

Mendengarkan podcast, film, serial televisi, pidato, dan percakapan dalam bahasa Inggris juga merupakan cara yang sangat efektif untuk menginternalisasi collocation. Paparan terhadap bahasa lisan membantu seseorang memahami collocation yang lazim dalam konteks komunikasi sehari-hari, yang seringkali berbeda dari collocation dalam tulisan formal.


14. Collocation dalam Ujian Bahasa Inggris

Collocation memainkan peran yang sangat penting dalam berbagai ujian bahasa Inggris internasional. Penguasaan collocation yang baik dapat secara signifikan meningkatkan nilai dalam komponen yang menilai kemampuan leksikal.

A. IELTS (International English Language Testing System)

Dalam IELTS, collocation dinilai terutama dalam komponen Writing dan Speaking. Rubrik penilaian IELTS mencakup "Lexical Resource" yang menilai kemampuan kandidat dalam menggunakan kosakata secara tepat dan alami, termasuk penggunaan collocation. Kandidat yang menggunakan collocation dengan tepat — misalnya conduct research alih-alih do research, atau significant increase alih-alih big increase — akan mendapat nilai Lexical Resource yang lebih tinggi.

B. TOEFL (Test of English as a Foreign Language)

Dalam TOEFL, collocation penting terutama dalam bagian Integrated Writing dan Independent Writing. Tulisan yang menggunakan collocation akademik yang tepat akan terdengar lebih natural dan idiomatis, yang merupakan salah satu indikator kemampuan bahasa yang tinggi.

C. Cambridge English Examinations (B2 First, C1 Advanced, C2 Proficiency)

Dalam ujian Cambridge, collocation diuji secara eksplisit dalam bagian Use of English, terutama pada soal open cloze dan word formation. Pengetahuan collocation juga sangat penting dalam komponen Writing dan Speaking untuk meraih nilai tinggi.


15. Ringkasan dan Tips Menguasai Collocation

Collocation adalah aspek bahasa yang melampaui sekedar tata bahasa dan kosakata. Untuk benar-benar menguasai bahasa Inggris secara natural dan idiomatis, pemahaman tentang bagaimana kata-kata lazim berpasangan merupakan hal yang tidak bisa diabaikan.

Beberapa poin penting untuk diingat adalah sebagai berikut. Pertama, collocation adalah kecenderungan pasangan kata yang alami dan tidak selalu dapat dijelaskan secara logika — yang menentukan collocation adalah penggunaan nyata oleh penutur asli, bukan logika gramatikal semata. Kedua, collocation mencakup berbagai kombinasi kelas kata: verb + noun, adjective + noun, noun + verb, adverb + adjective, dan sebagainya. Ketiga, tidak semua sinonim dapat digunakan secara bebas dalam collocation — misalnya heavy rain benar tetapi strong rain salah, meskipun heavy dan strong sama-sama dapat berarti "kuat" dalam konteks lain. Keempat, kesalahan collocation tidak selalu membuat kalimat menjadi tidak gramatikal, tetapi membuat kalimat terdengar tidak alami atau kaku di telinga penutur asli. Kelima, cara terbaik untuk menguasai collocation adalah melalui paparan yang luas terhadap bahasa Inggris dalam berbagai konteks, disertai pencatatan aktif dan penggunaan yang sering dalam tulisan maupun percakapan.

Dengan memahami dan menguasai collocation, seseorang tidak hanya akan menghasilkan bahasa Inggris yang lebih akurat secara gramatikal, tetapi juga lebih kaya, lebih natural, lebih idiomatis, dan lebih meyakinkan — baik dalam komunikasi sehari-hari, penulisan akademik, maupun dalam konteks profesional dan ujian bahasa internasional.