Isi formulir ini bagi Anda yang ingin menerbitkan buku di Kami |
Informasi mengenai biaya penerbitan ISBN resmi terdaftar di Perpusnas dan Internasional (mulai harga Rp300.000,-) |
Informasi untuk Anda yang ingin mengkonversi karya ilmiah menjadi sebuah buku referensi/monograf ber-ISBN (mulai harga Rp500.000,-) |
Informasi untuk Anda yang ingin membuat HaKI di Kami (mulai harga Rp350.000,-) |
Informasi untuk Anda yang ingin buku terbitannya terindeks di Google Books sehingga mudah di-sitasi dan dibaca secara global (mulai harga Rp100.000,-) |
Informasi untuk Anda yang memiliki artikel ilmiah (Jurnal, Buku, Skripsi, Tesis, & Disertasi dll), dan ingin ditambah sitasinya sehingga H-Index Google Scholar Anda naik (mulai harga Rp20.000,-) |
Informasi untuk Anda yang memiliki artikel bebas, opini, catatan akademik/kuliah, Skripsi, Tesis, Disertasi dll, dan ingin terindeks Google Scholar secara otomatis (tidak manual) sehingga mudah di-sitasi dan dibaca secara global (mulai harga Rp50.000,-) |
Hubungi narahubung Kami untuk pembelian buku-buku terbitan Kami |
1. Pengertian Numerals
Numerals adalah kata atau bentuk angka yang digunakan untuk menyatakan bilangan, jumlah, urutan, nomor, pecahan, kelipatan, persentase, maupun nilai numerik lainnya dalam bahasa Inggris. Numerals merupakan salah satu parts of speech (kelas kata) yang berfungsi untuk memberikan informasi kuantitatif atau numerik terhadap orang, benda, tempat, peristiwa, maupun konsep. Dalam bahasa Inggris, numerals dapat ditulis dalam dua bentuk utama, yakni dengan kata (words) seperti one, twenty-five, one hundred, dan dengan angka (digits/figures) seperti 1, 25, 100. Kedua bentuk tersebut memiliki fungsi yang sama, tetapi penggunaannya dapat berbeda tergantung pada konteks penulisan, apakah penulisan akademik, ilmiah, bisnis, atau percakapan sehari-hari.
Secara gramatikal, numerals adalah kata yang menyatakan konsep bilangan (number words). Numerals menjawab pertanyaan seperti How many? (berapa jumlahnya?), Which one? (yang keberapa?), How much? (berapa banyak?), How often? (berapa kali?), dan How large? (seberapa besar atau banyak?). Misalnya, dalam kalimat I have three brothers, kata three menunjukkan jumlah. Dalam kalimat She finished in first place, kata first menunjukkan urutan. Dalam kalimat The recipe needs half a cup of sugar, kata half menunjukkan pecahan. Dalam kalimat He visited us twice, kata twice menunjukkan frekuensi atau kelipatan.
Penting pula untuk memahami perbedaan antara numeral dan number. Number merupakan konsep matematika atau nilai bilangan, misalnya angka 5 adalah sebuah number. Sedangkan numeral adalah simbol atau kata yang digunakan untuk menuliskan number tersebut, misalnya angka 5 dapat ditulis sebagai five (kata), 5 (digit), atau V (angka Romawi). Semuanya merupakan numerals yang melambangkan number yang sama.
2. Fungsi Numerals
Fungsi utama numerals adalah memberikan informasi yang berkaitan dengan bilangan atau kuantitas. Dalam bahasa Inggris, numerals tidak hanya digunakan untuk menghitung jumlah benda, tetapi juga untuk menunjukkan urutan, nomor identitas, ukuran, waktu, usia, harga, persentase, pecahan, hingga operasi matematika. Secara umum, numerals menjawab pertanyaan seperti How many?, Which one?, How much?, How old?, How often?, dan What number?
Fungsi yang paling umum adalah menunjukkan jumlah (Showing Quantity) menggunakan cardinal numerals, misalnya I have three brothers, There are twenty students in the classroom, She bought five books. Selain itu, numerals juga digunakan untuk menunjukkan urutan (Showing Order) menggunakan ordinal numerals, misalnya She won the first prize, Today is the third day, He lives on the fifth floor. Numerals juga berfungsi untuk menunjukkan nomor atau identitas, seperti nomor rumah (House No. 15), nomor kamar (Room 205), nomor telepon (08123456789), nomor penerbangan (Flight GA-218), dan nomor rekening.
Fungsi lain yang sangat penting adalah menunjukkan umur (She is twenty years old), waktu (It's three o'clock), tanggal (July 4 = July fourth), tahun (1998 = nineteen ninety-eight), harga (The shirt costs fifty dollars), jarak (The school is five kilometers away), berat (The baby weighs three kilograms), tinggi dan ukuran (The table is two meters long), pecahan (I ate half the pizza), persentase (Only twenty percent passed), kelipatan (This room is twice as large), frekuensi (I visited Bali twice), peringkat (He came in first place), skor (The score was 3-2), data statistik (The population reached 2 million), dan operasi matematika (Two plus three equals five).
Selain menyatakan makna bilangan, numerals juga dapat menjalankan fungsi gramatikal sebagai determiner (menentukan jumlah noun, misalnya Three students arrived), adjective (menerangkan noun dengan informasi urutan atau jumlah, misalnya The first chapter is easy), pronoun (menggantikan noun yang telah diketahui, misalnya Only two remained), dan noun (menjadi subjek atau objek kalimat, misalnya Seven is a lucky number).
3. Jenis-Jenis Numerals
Dalam bahasa Inggris, numerals dibagi menjadi sembilan jenis utama berdasarkan fungsi dan makna bilangan yang dinyatakan.
Cardinal Numerals (Bilangan Pokok) adalah numerals yang digunakan untuk menunjukkan jumlah atau banyaknya orang, benda, hewan, maupun hal. Cardinal numerals menjawab pertanyaan How many? Contohnya: one, two, three, ten, twenty, one hundred, one million. Dalam kalimat: I have three sisters, There are twenty students, She bought five books.
Ordinal Numerals (Bilangan Bertingkat) digunakan untuk menunjukkan urutan atau posisi. Ordinal numerals menjawab pertanyaan Which one? Contohnya: first, second, third, fourth, fifth, sixth. Dalam kalimat: She won the first prize, This is my second attempt, He finished in third place.
Multiplicative Numerals (Bilangan Kelipatan) menunjukkan berapa kali lipat suatu jumlah atau ukuran dibandingkan dengan yang lain. Contohnya: single, double, triple, quadruple, twice, three times, four times. Dalam kalimat: This room is twice as large, He earns double my salary, Sales increased three times.
Fractional Numerals (Bilangan Pecahan) menunjukkan bagian dari suatu keseluruhan. Contohnya: half, one-half, one-third, one-fourth, two-thirds, three-fourths. Dalam kalimat: I ate half the cake, She drank one-third of the milk, Two-thirds of the students passed.
Collective Numerals (Bilangan Kolektif) menunjukkan jumlah tertentu yang dianggap sebagai satu kelompok. Contohnya: a pair (2), a dozen (12), a score (20), a gross (144). Dalam kalimat: I bought a dozen eggs, She owns a pair of shoes.
Distributive Numerals (Bilangan Distributif) menunjukkan pembagian satu per satu atau setiap anggota kelompok secara terpisah. Contohnya: each, every, either, neither, one by one, two by two. Dalam kalimat: Students entered one by one, Each student received a certificate.
Decimal Numerals (Bilangan Desimal) menunjukkan bilangan yang mempunyai titik desimal (decimal point). Contohnya: 2.5 = two point five, 3.14 = three point one four, 9.99 = nine point nine nine. Dalam kalimat: The temperature reached 37.5 degrees.
Percentage Numerals (Bilangan Persentase) menunjukkan bagian dari seratus (percent). Contohnya: 10% = ten percent, 25% = twenty-five percent, 80% = eighty percent. Dalam kalimat: Only ten percent passed the test, Sales increased by twenty percent.
Roman Numerals (Angka Romawi) adalah sistem penulisan angka menggunakan huruf Romawi. Simbol dasarnya: I (1), V (5), X (10), L (50), C (100), D (500), M (1000). Roman numerals sering digunakan untuk nama raja (King Charles III), bab buku (Chapter IV), perang dunia (World War II), dan jam dinding.
4. Cardinal Numerals: Penulisan dan Aturan
Cardinal Numerals adalah bilangan pokok yang digunakan untuk menyatakan jumlah atau banyaknya sesuatu dan merupakan bentuk bilangan yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Penulisan cardinal numbers mengikuti pola yang sistematis. Bilangan 0–10 memiliki bentuk dasar yang harus dihafalkan: zero, one, two, three, four, five, six, seven, eight, nine, ten. Bilangan 11–19 sebagian besar berakhiran -teen, dengan dua pengecualian tidak beraturan yaitu eleven dan twelve. Bilangan puluhan 20–90 memiliki bentuk khusus: twenty, thirty, forty, fifty, sixty, seventy, eighty, ninety. Perlu diperhatikan ejaan khusus, yaitu forty (bukan fourty) dan fifty (bukan fivety).
Untuk bilangan 21–99, puluhan dan satuan dihubungkan dengan tanda hubung (hyphen), misalnya twenty-one, thirty-five, forty-seven, ninety-nine. Bilangan ratusan menggunakan pola angka + hundred: one hundred, two hundred, five hundred. Bilangan ribuan menggunakan angka + thousand: one thousand, ten thousand. Bilangan jutaan menggunakan angka + million: one million, five million. Bilangan miliar menggunakan angka + billion: one billion.
Aturan penting yang perlu diingat adalah bahwa kata hundred, thousand, million, dan billion tidak ditambahkan -s jika didahului angka tertentu. Jadi benar: two hundred, five thousand, three million, dan salah: two hundreds, five thousands, three millions. Namun, bentuk jamak digunakan jika tidak ada angka tertentu di depannya: Hundreds of people attended, Thousands of birds migrated. Dalam British English, kata and digunakan setelah hundred atau thousand jika masih ada angka berikutnya, misalnya one hundred and twenty-three, sedangkan American English biasanya menghilangkan and.
5. Ordinal Numerals: Pembentukan dan Penggunaan
Ordinal Numerals adalah bilangan yang digunakan untuk menunjukkan urutan, posisi, atau peringkat seseorang atau sesuatu dalam suatu rangkaian. Berbeda dengan cardinal numerals yang menyatakan jumlah (how many?), ordinal numerals menyatakan urutan (which one?).
Sebagian besar ordinal dibentuk dengan menambahkan akhiran -th pada cardinal number: four → fourth, six → sixth, seven → seventh, ten → tenth, eleven → eleventh. Jika cardinal number berakhir dengan huruf -y, maka -y diubah menjadi -ie kemudian ditambahkan -th: twenty → twentieth, thirty → thirtieth, forty → fortieth, fifty → fiftieth, ninety → ninetieth.
Terdapat beberapa bentuk tidak beraturan (irregular forms) yang harus dihafalkan: one → first, two → second, three → third, five → fifth (huruf ve berubah menjadi f), eight → eighth, nine → ninth (huruf e dihilangkan), twelve → twelfth. Untuk bilangan gabungan, hanya bagian terakhir yang diubah menjadi ordinal: twenty-one → twenty-first, thirty-two → thirty-second, forty-third → forty-third.
Dalam penulisan singkatan, ordinal ditulis dengan akhiran: 1st, 2nd, 3rd, 4th, 5th. Aturannya adalah angka berakhir 1 menggunakan st (kecuali 11 → 11th), berakhir 2 menggunakan nd (kecuali 12 → 12th), berakhir 3 menggunakan rd (kecuali 13 → 13th), dan selain itu menggunakan th.
Ordinal numerals umumnya didahului artikel the ketika menunjukkan urutan yang spesifik, misalnya The first chapter, The second floor, The third prize. Namun dalam beberapa konteks, terutama saat menyatakan pengalaman atau kesempatan milik seseorang, artikel the dapat tidak digunakan: This is my first visit, It was her second attempt.
Ordinal numerals digunakan secara luas untuk menyatakan tanggal (July fourth, August seventeenth), peringkat (She came second), nomor lantai (the fifth floor), nomor bab (the fourth chapter), tahapan proses (The first step is preparation), serta gelar raja (King Charles III = King Charles the Third).
6. Multiplicative Numerals
Multiplicative Numerals digunakan untuk menunjukkan kelipatan, penggandaan, perbandingan jumlah, atau berapa kali suatu tindakan, ukuran, atau nilai dibandingkan dengan yang lain. Numerals ini tidak menyatakan jumlah benda secara langsung, melainkan hubungan kelipatan antara dua atau lebih hal.
Bentuk-bentuk multiplicative numerals meliputi: single (satu kali/tunggal), double (dua kali lipat), triple (tiga kali lipat), quadruple (empat kali lipat), quintuple (lima kali lipat), dan seterusnya. Selain itu, terdapat bentuk adverb yang sangat umum digunakan: once (satu kali), twice (dua kali), three times (tiga kali), four times (empat kali), dan seterusnya.
Perbedaan antara double dan twice perlu dipahami. Double biasanya berupa adjective, verb, atau noun, misalnya The company reported double profits, The population doubled. Sedangkan twice biasanya berupa adverb, misalnya I visited London twice, This bag is twice as heavy. Pola kalimat yang umum adalah twice as ... as: This room is twice as big as that room, dan three times as ... as: He is three times as rich as his brother.
Bahasa Inggris juga mengenal akhiran -fold untuk menyatakan kelipatan: twofold, threefold, fourfold, tenfold, hundredfold. Bentuk ini lebih sering digunakan dalam bahasa tulis formal, akademik, ilmiah, atau laporan: Sales increased threefold, The value rose tenfold.
7. Fractional Numerals
Fractional Numerals adalah jenis numerals yang digunakan untuk menyatakan bagian dari suatu keseluruhan (whole). Pembentukannya mengikuti pola cardinal numeral + ordinal numeral, misalnya one-third, two-fifths, three-fourths.
Aturan pembentukan fractional numerals: jika pembilang = 1, penyebut berbentuk tunggal (one-third, one-fourth, one-fifth). Jika pembilang lebih dari satu, penyebut menjadi bentuk jamak (-s): two-thirds, three-fifths, four-sevenths. Kesalahan umum adalah tidak membuat penyebut jamak saat pembilang lebih dari satu: two-third (salah) → two-thirds (benar).
Pecahan 1/2 dapat ditulis sebagai half, one-half, atau a half. Pecahan 1/4 dalam American English adalah one-fourth, sedangkan dalam British English adalah one-quarter. Pecahan 3/4 dalam AmE adalah three-fourths, dalam BrE adalah three-quarters.
Bilangan campuran terdiri atas bilangan bulat dan pecahan: 1½ = one and a half, 2¼ = two and one-quarter, 3¾ = three and three-quarters. Dalam kalimat: The meeting lasted one and a half hours, She walked two and a half kilometers.
Fractional numerals banyak digunakan dalam resep masakan (half a cup of sugar, one-third cup of milk), pengukuran (half a meter, one-quarter kilogram), waktu (half an hour, a quarter of an hour), dan matematika (two-fifths = 2/5).
8. Decimal Numerals
Decimal Numerals adalah jenis numerals yang digunakan untuk menyatakan bilangan desimal, yaitu bilangan yang memiliki bagian bulat (whole number) dan bagian pecahan (decimal fraction) yang dipisahkan oleh titik desimal (decimal point). Dalam bahasa Inggris, tanda pemisah desimal menggunakan titik ( . ), bukan koma.
Aturan utama membaca decimal numbers: bilangan sebelum titik dibaca seperti biasa, tanda titik dibaca point, dan setiap digit setelah titik dibaca satu per satu (bukan sebagai satu bilangan utuh). Misalnya: 2.5 = two point five, 3.14 = three point one four, 10.56 = ten point five six, 8.325 = eight point three two five. Kesalahan umum adalah membaca angka setelah titik sebagai bilangan utuh: 3.25 = three point twenty-five (salah) → three point two five (benar).
Dalam penulisan, gunakan titik (.) sebagai tanda desimal, bukan koma. Jadi: 3.25 (benar), 3,25 (salah dalam konteks bahasa Inggris). Jika nilai bilangan kurang dari satu, gunakan angka nol di depan titik: 0.5 (benar), .5 (kurang formal). Decimal numerals sangat penting dalam bidang sains, matematika, teknologi, ekonomi, kesehatan, statistik, pengukuran, dan perdagangan.
9. Percentage Numerals
Percentage Numerals digunakan untuk menyatakan persentase, yaitu bagian dari seratus (per hundred). Kata percent berasal dari bahasa Latin per centum yang berarti "per seratus". Persentase dibaca dengan pola angka + percent: 10% = ten percent, 25% = twenty-five percent, 80% = eighty percent. Jika mengandung angka desimal, gunakan kata point: 2.5% = two point five percent, 99.9% = ninety-nine point nine percent.
Penting untuk membedakan penggunaan percent dan percentage. Kata percent digunakan setelah angka tertentu: twenty percent, seventy-five percent. Kata percentage digunakan ketika tidak menyebutkan angka tertentu atau merujuk pada konsep persentase secara umum: A large percentage of students passed, The percentage of women increased. Kesalahan umum adalah menggunakan percentage setelah angka: twenty percentage (salah) → twenty percent (benar).
Pola yang umum adalah number + percent + of + noun: Twenty percent of the students passed, Fifty percent of the population lives in cities. Untuk subject-verb agreement: jika noun setelah of berbentuk tunggal atau uncountable, gunakan kata kerja tunggal (Fifty percent of the cake is gone), sedangkan jika noun berbentuk jamak, gunakan kata kerja jamak (Fifty percent of the students are absent).
10. Collective Numerals
Collective Numerals digunakan untuk menyatakan sejumlah orang, benda, atau hewan sebagai satu kelompok atau satu kesatuan dengan jumlah yang sudah baku. Berbeda dengan cardinal numerals yang menyebutkan jumlah secara langsung, collective numerals menyatakan jumlah tertentu yang telah menjadi satuan tetap.
Beberapa collective numerals yang paling umum: a pair = sepasang (2), a couple = dua/beberapa, half a dozen = setengah lusin (6), a dozen = selusin (12), two dozen = dua lusin (24), a score = dua puluh (20), a gross = seratus empat puluh empat (144), a great gross = 1.728. Dalam kalimat: I bought a dozen eggs, She owns a pair of shoes, Hundreds of people attended the concert.
Aturan penting: setelah a dozen, kata of tidak digunakan jika langsung diikuti noun: a dozen eggs (benar), bukan a dozen of eggs (salah). Namun jika diikuti determiner atau pronoun, gunakan of: a dozen of the eggs, two dozen of these books. Selain itu, jangan menggunakan bentuk jamak: two dozen books (benar), bukan two dozens books (salah).
11. Distributive Numerals
Distributive Numerals digunakan untuk menunjukkan pembagian, penyebaran, atau distribusi orang, benda, atau hal secara satu per satu, berpasangan, atau menurut kelompok tertentu. Fokusnya bukan pada jumlah keseluruhan, melainkan pada cara setiap anggota kelompok diperlakukan secara individual atau menurut pola distribusi tertentu.
Bentuk yang paling umum: each (setiap, penekanan pada individu), every (setiap, penekanan pada keseluruhan kelompok), either (salah satu dari dua), neither (tidak satu pun dari dua), one by one (satu per satu), two by two (dua-dua), three by three (tiga-tiga), four by four (empat-empat).
Perbedaan antara each dan every: each fokus pada individu dan cocok untuk kelompok kecil maupun besar, misalnya Each student received a different prize. Every menekankan keseluruhan kelompok dan menyatakan bahwa aturan berlaku untuk semua anggota, misalnya Every student must attend the meeting. Keduanya selalu diikuti singular noun dan singular verb: Each student has a notebook (benar), bukan Each students have a book (salah).
Either digunakan untuk dua pilihan: You may sit on either side, Either answer is correct. Neither berarti tidak satu pun dari dua: Neither answer is correct. Penting: untuk lebih dari dua pilihan, gunakan any (bukan either) dan none (bukan neither): None of the five answers is correct (benar), bukan Neither of the five answers (kurang tepat).
12. Roman Numerals
Roman Numerals adalah sistem penulisan angka yang menggunakan huruf-huruf alfabet Latin sebagai lambang bilangan. Sistem ini berasal dari peradaban Romawi Kuno dan masih digunakan dalam berbagai konteks modern. Terdapat tujuh simbol dasar: I (1), V (5), X (10), L (50), C (100), D (500), M (1000).
Sistem Roman numerals mengikuti dua aturan utama. Aturan Penjumlahan (Addition Rule): jika simbol yang lebih kecil berada setelah simbol yang lebih besar, nilainya ditambahkan. Misalnya: VI = 5 + 1 = 6, XV = 10 + 5 = 15, LX = 50 + 10 = 60. Aturan Pengurangan (Subtraction Rule): jika simbol yang lebih kecil berada sebelum simbol yang lebih besar, nilainya dikurangkan. Misalnya: IV = 5 − 1 = 4, IX = 10 − 1 = 9, XL = 50 − 10 = 40, XC = 100 − 10 = 90, CD = 500 − 100 = 400, CM = 1000 − 100 = 900.
Aturan tambahan: simbol tidak boleh diulang lebih dari tiga kali berturut-turut (III benar, IIII salah → gunakan IV). Simbol V, L, dan D tidak boleh diulang.
Roman numerals digunakan untuk nama raja (Henry VIII, King Charles III), nama paus (John Paul II, Benedict XVI), perang dunia (World War I, World War II), olimpiade (Games of the XXXIII Olympiad), bab buku (Chapter IV), jam dinding (I–XII), film dan sekuel (Rocky III, Super Bowl LVIII), serta nomor halaman pendahuluan buku. Ketika dibaca, Roman numerals menggunakan ordinal: Charles III = King Charles the Third, Elizabeth II = Elizabeth the Second.
13. Numerals sebagai Determiner, Pronoun, dan Noun
Dalam tata bahasa Inggris, numerals dapat menempati berbagai fungsi gramatikal dalam kalimat.
Numerals sebagai Determiner adalah fungsi yang paling umum, di mana numeral menentukan jumlah atau urutan noun yang mengikutinya. Pola umumnya adalah Numeral + Noun: Three books, Five students, Ten houses. Ordinal numerals juga bisa menjadi determiner dengan pola the + Ordinal + Noun: The first chapter, The second lesson. Fractional, percentage, dan collective numerals juga dapat menjadi determiner: Half the cake, Twenty percent of the class, A dozen eggs.
Numerals sebagai Pronoun adalah penggunaan numeral untuk menggantikan noun atau noun phrase yang telah diketahui dari konteks, sehingga pengulangan dapat dihindari. Misalnya: Ten students entered. Only five remained. Di sini kata five menggantikan five students. Atau: I bought six apples, but only three were fresh. Kata three berarti three apples. Pola yang sangat umum adalah numeral + of + pronoun/determiner: Three of them passed, Five of us agreed, Two of the books were damaged.
Numerals sebagai Noun adalah penggunaan numeral sebagai kata benda yang merujuk pada angka atau bilangan itu sendiri, bukan sebagai penentu jumlah atau pengganti noun lain. Misalnya: Seven is my lucky number, Ten is an even number, Zero is neither positive nor negative. Dalam fungsi ini, numeral menjadi subjek, objek, pelengkap subjek, atau objek preposisi: The answer is four (subject complement), Write ten on the board (object), We are talking about seven (object of preposition).
14. Penggunaan Numerals dalam Berbagai Konteks
Numerals digunakan secara luas dalam hampir semua aspek komunikasi bahasa Inggris.
Dalam tanggal, meskipun ditulis dengan cardinal numeral (1, 2, 3...), saat dibaca berubah menjadi ordinal. Format British English menggunakan urutan Day + Month + Year dan dibaca dengan pola the + ordinal + of + month (misalnya the fifteenth of August). Format American English menggunakan Month + Day + Year dan dibaca dengan pola month + ordinal (misalnya August fifteenth). Preposisi yang tepat: on untuk tanggal tertentu (on July fourth), in untuk bulan atau tahun (in August, in 2026).
Dalam waktu, digunakan berbagai bentuk: 8:00 = eight o'clock, 8:15 = eight fifteen atau a quarter past eight, 8:30 = half past eight, 8:45 = a quarter to nine. Dalam nomor telepon, dibaca digit per digit: 0812 = zero eight one two. Dalam harga, menggunakan cardinal: $25 = twenty-five dollars, $12.99 = twelve dollars and ninety-nine cents. Dalam nomor lantai, menggunakan ordinal: the third floor, the eighth floor. Dalam matematika: Two plus three equals five, Ten times five equals fifty, Twenty divided by four equals five.
Dalam penulisan akademik, angka 10 ke atas biasanya ditulis sebagai digit, pengukuran selalu menggunakan digit (5 cm, 2.5 kg), persentase menggunakan simbol (85%), dan desimal menggunakan titik (0.75, bukan .75). Konsistensi adalah prinsip terpenting.
15. Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya
Terdapat berbagai kesalahan umum (common mistakes) dalam penggunaan numerals yang perlu dihindari.
Menggunakan cardinal untuk urutan: She won one prize (salah jika yang dimaksud juara pertama) → She won the first prize (benar). Salah membentuk ordinal: twelveth (salah) → twelfth (benar), nineth (salah) → ninth (benar), fiveth (salah) → fifth (benar).
Salah menggunakan bentuk jamak setelah numerals: two book (salah) → two books (benar), five student (salah) → five students (benar). Namun: one book (benar, bukan one books). Salah menggunakan each dan every: Each students have (salah) → Each student has (benar), Every books are (salah) → Every book is (benar).
Salah menggunakan percent: twenty percentage (salah) → twenty percent (benar). Salah membentuk pecahan: two-third (salah) → two-thirds (benar). Salah menulis desimal: menggunakan koma (3,25) adalah salah dalam bahasa Inggris → gunakan titik (3.25). Salah membaca desimal: three point twenty-five (salah) → three point two five (benar).
Salah menulis Roman numerals: IIII (salah) → IV (benar), VIIII (salah) → IX (benar), XXXX (salah) → XL (benar). Salah membaca tanggal: July four (salah) → July fourth (benar). Salah menggunakan preposisi: born at July (salah) → born on July 5 (benar); met on 2026 (salah) → met in 2026 (benar). Salah menggunakan bentuk jamak pada hundred/thousand/million: three hundreds (salah) → three hundred (benar), two millions dollars (salah) → two million dollars (benar).
16. Perbedaan British English dan American English
Meskipun British English (BrE) dan American English (AmE) menggunakan sistem numerals yang sama, terdapat beberapa perbedaan konvensi penting. Perbedaan paling terkenal adalah penggunaan kata and: dalam BrE, and biasanya digunakan setelah hundred atau thousand jika masih ada angka berikutnya (one hundred and twenty-five), sedangkan AmE biasanya menghilangkannya (one hundred twenty-five).
Dalam format tanggal, BrE menggunakan urutan Day + Month + Year (15 August 2026) dan dibaca the fifteenth of August, sedangkan AmE menggunakan Month + Day + Year (August 15, 2026) dan dibaca August fifteenth. AmE juga menggunakan koma sebelum tahun. Dalam penyebutan angka nol (0), BrE lebih sering menggunakan nought dalam matematika, sedangkan AmE menggunakan oh terutama pada nomor telepon dan kode.
Perbedaan penting lain adalah penomoran lantai: dalam BrE, ground floor adalah lantai dasar dan first floor adalah lantai di atasnya. Dalam AmE, first floor adalah lantai dasar dan second floor adalah lantai di atasnya. Untuk waktu, BrE lebih sering menggunakan bentuk seperti half past eight dan a quarter to nine, sedangkan AmE lebih sering menggunakan pembacaan digital (eight thirty, eight forty-five).
17. Idiomatic Expressions yang Menggunakan Numerals
Selain digunakan secara harfiah, numerals juga sering muncul dalam idiom (ungkapan idiomatis) dengan makna kiasan yang tidak dapat diterjemahkan secara harfiah.
Beberapa idiom penting: one of a kind (unik, tidak ada duanya): This painting is one of a kind. One in a million (sangat istimewa, sangat langka): She is one in a million. Kill two birds with one stone (menyelesaikan dua pekerjaan sekaligus): By cycling to work, she kills two birds with one stone. Two heads are better than one (kerja sama lebih baik): Let's work together. Two heads are better than one. Third time's the charm (percobaan ketiga biasanya berhasil): The third time's the charm, and he finally passed the test. On cloud nine (sangat bahagia): She has been on cloud nine since hearing the news. Dressed to the nines (berpakaian sangat rapi/elegan): Everyone was dressed to the nines at the wedding. Thanks a million (terima kasih banyak): Thanks a million for your help. Feel like a million dollars (merasa sangat sehat atau percaya diri): After a good night's sleep, I felt like a million dollars. Not in a million years (tidak mungkin sama sekali): Not in a million years would I do that.
Beberapa fixed expressions yang umum: first of all (pertama-tama), at first (pada awalnya), first and foremost (yang paling penting), first aid (pertolongan pertama), second chance (kesempatan kedua), second to none (tidak ada tandingannya, terbaik), in the first place (sejak awal, sebenarnya).
18. Numerals dalam Fungsi Gramatikal yang Lebih Luas
Dalam tata bahasa Inggris modern, numerals dapat menempati peran gramatikal yang beragam. Sebagai determiner, numeral menentukan noun (three books). Sebagai pronoun, menggantikan noun (Three arrived). Sebagai noun, menjadi nama bilangan (Three is odd). Sebagai adverbial dalam konstruksi tertentu yang menunjukkan frekuensi (I called him twice, She visited three times). Sebagai compound modifier sebelum noun dengan menggunakan tanda hubung (a ten-year-old child, a five-star hotel, a two-bedroom apartment, a three-day trip). Aturan penting untuk compound modifier: noun dalam konstruksi ini tetap tunggal (a five-year plan, bukan a five-years plan).
Dalam penulisan akademik dan profesional, pedoman gaya seperti APA, MLA, Chicago, dan IEEE memiliki aturan berbeda tentang kapan menggunakan digit atau kata. Prinsip umumnya: gunakan digit untuk data kuantitatif, pengukuran, statistik, waktu, tanggal, dan persentase. Gunakan kata untuk angka kecil dalam teks naratif (sesuai pedoman gaya yang digunakan). Pastikan selalu ada angka nol di depan desimal (0.75, bukan .75), dan gunakan titik sebagai tanda desimal.
19. Ringkasan Akhir
Numerals merupakan salah satu kelompok kata yang sangat penting dan kompleks dalam bahasa Inggris. Cakupannya jauh melampaui sekadar menyebut angka. Numerals mencakup sembilan jenis utama — cardinal, ordinal, multiplicative, fractional, decimal, percentage, collective, distributive, dan Roman numerals — yang masing-masing memiliki fungsi, aturan pembentukan, dan konteks penggunaan yang berbeda. Dari sisi tata bahasa, numerals dapat berfungsi sebagai determiner, pronoun, noun, compound modifier, dan adverbial, tergantung pada posisi dan konteks dalam kalimat.
Numerals digunakan dalam hampir semua bidang kehidupan: pendidikan, bisnis, matematika, sains, teknologi, kesehatan, transportasi, komunikasi, dan kehidupan sehari-hari. Perbedaan antara British English dan American English dalam penggunaan numerals, terutama dalam format tanggal dan penggunaan kata and, perlu dipahami dan digunakan secara konsisten. Kesalahan umum seperti mencampurkan cardinal dan ordinal, salah mengeja bentuk tidak beraturan, menambahkan -s pada hundred/thousand/million setelah angka tertentu, menggunakan percentage setelah angka, atau salah membaca desimal dapat dihindari dengan memahami aturan yang mendasarinya.
Dengan menguasai seluruh konsep, aturan pembentukan, fungsi gramatikal, serta penggunaan numerals dalam berbagai konteks, seseorang akan mampu memahami dan menggunakan bahasa Inggris secara lebih akurat, alami, komunikatif, dan sesuai dengan kaidah tata bahasa. Pemahaman numerals bukan hanya penting untuk komunikasi sehari-hari, tetapi juga sangat menentukan dalam ujian internasional seperti IELTS, TOEFL, TOEIC, Cambridge English, dan PTE Academic, di mana numerals muncul di hampir semua bagian ujian, mulai dari Listening, Reading, Writing, hingga Speaking.


0 Komentar