Isi formulir ini bagi Anda yang ingin menerbitkan buku di Kami |
Informasi mengenai biaya penerbitan ISBN resmi terdaftar di Perpusnas dan Internasional (mulai harga Rp300.000,-) |
Informasi untuk Anda yang ingin mengkonversi karya ilmiah menjadi sebuah buku referensi/monograf ber-ISBN (mulai harga Rp500.000,-) |
Informasi untuk Anda yang ingin membuat HaKI di Kami (mulai harga Rp350.000,-) |
Informasi untuk Anda yang ingin buku terbitannya terindeks di Google Books sehingga mudah di-sitasi dan dibaca secara global (mulai harga Rp100.000,-) |
Informasi untuk Anda yang memiliki artikel ilmiah (Jurnal, Buku, Skripsi, Tesis, & Disertasi dll), dan ingin ditambah sitasinya sehingga H-Index Google Scholar Anda naik (mulai harga Rp20.000,-) |
Informasi untuk Anda yang memiliki artikel bebas, opini, catatan akademik/kuliah, Skripsi, Tesis, Disertasi dll, dan ingin terindeks Google Scholar secara otomatis (tidak manual) sehingga mudah di-sitasi dan dibaca secara global (mulai harga Rp50.000,-) |
Hubungi narahubung Kami untuk pembelian buku-buku terbitan Kami |
1. Pengertian Conjunction
Conjunction adalah kata atau kelompok kata yang berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih unsur bahasa sehingga membentuk hubungan yang logis, runtut, dan mudah dipahami. Unsur-unsur yang dihubungkan dapat berupa kata, frasa, klausa, maupun kalimat. Tanpa conjunction, sebuah kalimat sering kali terdengar terputus-putus atau kurang jelas hubungan antargagasannya. Oleh karena itu, conjunction merupakan salah satu unsur penting dalam tata bahasa Inggris karena membantu pembaca atau pendengar memahami bagaimana satu ide berkaitan dengan ide lainnya.
Dalam komunikasi, seseorang jarang hanya menyampaikan satu ide sederhana. Biasanya, beberapa ide perlu dihubungkan agar informasi menjadi lebih lengkap. Conjunction berperan sebagai "jembatan" yang menghubungkan ide-ide tersebut. Perhatikan contoh berikut: tanpa conjunction, kalimat I was tired. I finished my homework. secara tata bahasa benar, tetapi hubungan antara keduanya belum jelas. Dengan conjunction, kalimat menjadi I was tired, but I finished my homework — sekarang pembaca mengetahui bahwa terdapat hubungan pertentangan antara rasa lelah dan tindakan menyelesaikan pekerjaan rumah.
2. Fungsi Conjunction
Fungsi utama conjunction adalah menghubungkan dua atau lebih unsur bahasa sehingga membentuk hubungan yang logis dan mudah dipahami. Conjunction tidak hanya menghubungkan unsur-unsur bahasa, tetapi juga menunjukkan jenis hubungan makna antara unsur-unsur tersebut, misalnya hubungan penambahan, pertentangan, sebab-akibat, pilihan, waktu, syarat, tujuan, dan sebagainya.
Secara struktural, conjunction dapat menghubungkan kata dengan kata (Tom and Jerry), frasa dengan frasa (in the morning and in the evening), klausa dengan klausa (I studied hard because I had an exam), hingga kalimat dengan kalimat (It was raining. Therefore, we stayed inside.). Selain itu, conjunction juga memiliki fungsi makna yang beragam: menambahkan informasi, menunjukkan pilihan, menunjukkan pertentangan, menyatakan sebab, menyatakan akibat, menunjukkan waktu, syarat, tujuan, perbandingan, konsesi, cara, tempat, hingga urutan kejadian.
3. Jenis-Jenis Conjunction
Dalam tata bahasa Inggris, conjunction dibagi menjadi tiga jenis utama: Coordinating Conjunction, Subordinating Conjunction, dan Correlative Conjunction. Ketiga jenis ini memiliki fungsi, struktur, dan aturan penggunaan yang berbeda, dan memahami perbedaannya sangat penting agar dapat menyusun kalimat bahasa Inggris dengan benar.
4. Coordinating Conjunction
Coordinating conjunction adalah kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih unsur bahasa yang memiliki kedudukan atau tingkat gramatikal yang sama. Artinya, unsur-unsur yang dihubungkan harus setara, misalnya kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa independen dengan klausa independen. Coordinating conjunction tidak membuat salah satu bagian bergantung pada bagian lainnya; kedua bagian yang dihubungkan tetap memiliki kedudukan yang sama.
Semua coordinating conjunction dalam bahasa Inggris dapat diingat dengan singkatan FANBOYS: For (menyatakan alasan), And (menambahkan informasi), Nor (menyatakan "dan juga tidak"), But (menunjukkan pertentangan), Or (menyatakan pilihan), Yet (menunjukkan kontras yang tidak terduga), dan So (menyatakan akibat).
Dalam penggunaannya, jika coordinating conjunction menghubungkan dua independent clauses, diperlukan tanda koma sebelum conjunction tersebut, misalnya: I was tired, but I kept working. Sebaliknya, jika hanya menghubungkan kata atau frasa, koma tidak diperlukan, misalnya: Apples and oranges. Selain itu, conjunction harus menghubungkan unsur yang bentuk gramatikalnya sama (parallel structure), misalnya: She likes singing, dancing, and reading (semua gerund).
5. Subordinating Conjunction
Subordinating conjunction adalah kata hubung yang menghubungkan satu independent clause (klausa utama) dengan satu dependent clause (klausa bawahan). Berbeda dengan coordinating conjunction yang menghubungkan unsur-unsur yang setara, subordinating conjunction menunjukkan bahwa salah satu klausa bergantung pada klausa lainnya untuk membentuk makna yang lengkap. Klausa yang diawali subordinating conjunction tidak dapat berdiri sendiri karena maknanya belum lengkap, misalnya: Because I was sick — klausa ini memerlukan klausa utama seperti I stayed home.
Berdasarkan fungsinya, subordinating conjunction dibagi ke dalam beberapa kelompok makna. Untuk menyatakan sebab digunakan because, since, as; untuk waktu digunakan when, while, before, after, until, once, whenever, as soon as; untuk syarat digunakan if, unless, provided that, as long as; untuk pertentangan/konsesi digunakan although, though, even though, whereas; untuk tujuan digunakan so that, in order that; untuk hasil digunakan so...that, such...that; untuk perbandingan digunakan than, as...as; untuk cara digunakan as, as if, as though; dan untuk tempat digunakan where, wherever.
Mengenai posisi dalam kalimat, dependent clause dapat berada di awal atau di akhir kalimat. Jika berada di awal, diperlukan tanda koma setelah dependent clause, misalnya: Although it was raining, we played football. Jika berada di akhir, umumnya tidak menggunakan koma: We played football although it was raining.
6. Correlative Conjunction
Correlative conjunction adalah pasangan kata hubung yang selalu digunakan secara berpasangan untuk menghubungkan dua unsur bahasa yang memiliki fungsi gramatikal yang sama. Berbeda dengan coordinating conjunction yang berupa satu kata, correlative conjunction terdiri atas dua bagian yang bekerja bersama dan tidak dapat digunakan secara terpisah.
Pasangan correlative conjunction yang paling umum digunakan adalah: both...and (baik...maupun), either...or (salah satu...atau), neither...nor (tidak...maupun), not only...but also (tidak hanya...tetapi juga), whether...or (apakah...atau), rather...than (lebih memilih...daripada), no sooner...than, dan hardly...when. Sebagai contoh: She is both intelligent and hardworking. — kata both harus dipasangkan dengan and; jika salah satu dihilangkan, struktur kalimat menjadi tidak lengkap.
Prinsip paling penting dalam penggunaan correlative conjunction adalah parallel structure: unsur yang dihubungkan harus memiliki bentuk gramatikal yang sama. Misalnya: She likes both singing and dancing (keduanya gerund) adalah benar, sedangkan She likes both singing and to dance adalah salah karena singing (gerund) dan to dance (infinitive) tidak sejajar. Selain itu, pada pasangan either...or, neither...nor, dan not only...but also, kata kerja mengikuti subjek yang paling dekat, misalnya: Either John or his friends are coming.
7. Hubungan Makna yang Ditunjukkan Conjunction
Conjunction tidak hanya menghubungkan kata, tetapi juga menunjukkan hubungan makna (semantic relationship) antara dua atau lebih unsur bahasa. Dengan menggunakan conjunction yang tepat, pembicara atau penulis dapat menjelaskan bagaimana satu ide berkaitan dengan ide lainnya secara eksplisit. Tanpa conjunction, hubungan antargagasan hanya bisa ditebak oleh pembaca.
Hubungan makna yang dapat dibentuk oleh conjunction sangat beragam. Penambahan (addition) menggunakan and, both...and, not only...but also; pilihan (choice) menggunakan or, either...or, whether...or; pertentangan (contrast) menggunakan but, yet, although, whereas; sebab (cause) menggunakan because, since, as, for; akibat (result) menggunakan so, therefore, consequently; waktu (time) menggunakan when, while, before, after, until; syarat (condition) menggunakan if, unless, as long as; tujuan (purpose) menggunakan so that, in order that; perbandingan menggunakan than, as...as; konsesi menggunakan although, though, even though; cara menggunakan as, as if, as though; tempat menggunakan where, wherever; dan urutan kejadian menggunakan then, afterward, next.
8. Aturan Penggunaan Tanda Koma
Penggunaan tanda koma bersama conjunction merupakan salah satu aspek penting dalam tata bahasa dan penulisan bahasa Inggris. Kesalahan dalam penggunaan koma dapat menyebabkan kalimat menjadi tidak jelas atau bahkan mengubah makna. Secara umum, aturan penggunaan koma bergantung pada jenis conjunction yang digunakan, jenis klausa yang dihubungkan, dan posisi klausa dalam kalimat.
Untuk coordinating conjunction (FANBOYS), koma digunakan jika menghubungkan dua independent clauses, misalnya: I was tired, but I finished my work. Namun jika hanya menghubungkan kata atau frasa, koma tidak diperlukan: Apples and oranges. Untuk subordinating conjunction, koma digunakan jika dependent clause berada di awal kalimat: Because it was raining, we stayed home. Jika dependent clause berada di akhir, biasanya tidak menggunakan koma: We stayed home because it was raining. Untuk conjunctive adverbs seperti however dan therefore, digunakan titik koma sebelum dan koma sesudah: I was tired; however, I continued working.
Perlu dihindari pula kesalahan comma splice, yaitu menggabungkan dua independent clauses hanya dengan koma tanpa conjunction: I was tired, I went home (salah). Perbaikannya: I was tired, so I went home.
9. Parallel Structure
Parallel structure (kesejajaran bentuk) adalah prinsip yang mengharuskan unsur-unsur yang dihubungkan oleh conjunction memiliki bentuk gramatikal yang sama. Prinsip ini berlaku pada coordinating conjunction maupun correlative conjunction, dan sangat penting untuk membuat kalimat lebih jelas, seimbang, dan mudah dipahami.
Misalnya, jika conjunction menghubungkan tiga aktivitas, ketiganya harus memiliki bentuk yang sama: She likes reading, writing, and drawing (semua gerund) adalah benar, sedangkan She likes reading, to write, and drawing (gerund, infinitive, gerund) adalah salah karena tidak sejajar. Prinsip yang sama berlaku pada daftar (series), perbandingan (than, as...as), klausa, maupun pasangan correlative conjunction seperti both...and, either...or, dan not only...but also. Cara memeriksa parallel structure adalah dengan menanyakan: apakah semua unsur yang dihubungkan memiliki bentuk yang sama, baik noun, adjective, gerund, infinitive, phrase, maupun clause?
10. Kesalahan yang Sering Terjadi
Banyak kesalahan dalam penggunaan conjunction muncul karena penggunaan kata hubung yang tidak sesuai aturan tata bahasa, penggunaan tanda baca yang keliru, atau pengaruh struktur bahasa Indonesia. Beberapa kesalahan yang paling umum perlu dipahami agar dapat dihindari.
Kesalahan pertama adalah menggunakan dua conjunction yang memiliki fungsi sama secara bersamaan. Misalnya, Because it was raining, so we stayed home adalah salah karena because dan so sama-sama menunjukkan hubungan sebab-akibat, sehingga salah satunya harus dihilangkan. Begitu pula Although he was tired, but he worked adalah salah karena although dan but sama-sama menyatakan pertentangan. Kesalahan kedua adalah tidak menggunakan parallel structure, misalnya: She likes reading, to swim, and dancing yang mencampur gerund dan infinitive. Kesalahan ketiga adalah comma splice dan run-on sentence, yaitu menghubungkan dua kalimat hanya dengan koma atau tanpa tanda baca sama sekali. Kesalahan keempat adalah salah menggunakan pasangan correlative conjunction, misalnya menulis either tea and coffee padahal yang benar adalah either tea or coffee. Kesalahan kelima adalah salah menggunakan unless, misalnya Unless you don't study, you will fail — karena unless sudah mengandung makna negatif, maka tidak boleh ditambahkan bentuk negatif lain pada klausa yang sama. Yang benar adalah Unless you study, you will fail.
11. Perbedaan Conjunction yang Sering Membingungkan
Banyak conjunction dalam bahasa Inggris memiliki arti yang tampak serupa tetapi berbeda dalam fungsi, konteks, atau nuansa makna. Memahami perbedaan ini penting agar dapat memilih kata hubung yang paling tepat.
And digunakan untuk menambahkan informasi, sedangkan but menunjukkan pertentangan. But dan yet sama-sama menyatakan kontras, tetapi yet memberi kesan hasil yang lebih tidak terduga. Because, since, as, dan for semuanya dapat berarti "karena", tetapi because adalah yang paling langsung dan umum; since dan as lebih ringan atau bergantung konteks; for lebih formal dan jarang dalam percakapan sehari-hari. So dan therefore sama-sama menyatakan akibat, tetapi so adalah coordinating conjunction sedangkan therefore adalah conjunctive adverb yang memerlukan titik koma. If menyatakan syarat, sedangkan unless berarti "kecuali jika". When menunjukkan waktu suatu kejadian, sedangkan while menunjukkan dua kejadian bersamaan atau kontras. Although, though, dan even though semuanya berarti "meskipun", tetapi even though memberikan penekanan yang paling kuat. Or menyatakan pilihan sederhana, sedangkan either...or menegaskan dua alternatif secara eksplisit. Whether...or digunakan untuk menyatakan dua kemungkinan yang belum pasti, sedangkan if menyatakan syarat atau kondisi.
12. Penggunaan Conjunction dalam Berbagai Jenis Kalimat
Conjunction memiliki peran yang berbeda pada setiap jenis kalimat bahasa Inggris. Pada simple sentence, conjunction menghubungkan unsur-unsur dalam satu klausa saja tanpa membentuk klausa baru, misalnya: She sings and dances. Pada compound sentence, coordinating conjunction (FANBOYS) menghubungkan dua independent clauses yang masing-masing dapat berdiri sendiri, misalnya: I was tired, but I kept working. Pada complex sentence, subordinating conjunction menghubungkan satu independent clause dengan satu dependent clause, misalnya: Because it was raining, we stayed home. Pada compound-complex sentence — jenis kalimat paling kompleks — terdapat minimal dua independent clauses dan minimal satu dependent clause, misalnya: Although it was raining, we continued the match, and the audience stayed until the end.
Dengan menguasai cara kerja conjunction pada setiap jenis kalimat, seseorang dapat menyusun tulisan dan percakapan yang lebih bervariasi, logis, dan sesuai dengan kaidah tata bahasa Inggris, baik dalam komunikasi sehari-hari maupun dalam penulisan akademik dan profesional.


0 Komentar