Isi formulir ini bagi Anda yang ingin menerbitkan buku di Kami |
Informasi mengenai biaya penerbitan ISBN resmi terdaftar di Perpusnas dan Internasional (mulai harga Rp300.000,-) |
Informasi untuk Anda yang ingin mengkonversi karya ilmiah menjadi sebuah buku referensi/monograf ber-ISBN (mulai harga Rp500.000,-) |
Informasi untuk Anda yang ingin membuat HaKI di Kami (mulai harga Rp350.000,-) |
Informasi untuk Anda yang ingin buku terbitannya terindeks di Google Books sehingga mudah di-sitasi dan dibaca secara global (mulai harga Rp100.000,-) |
Informasi untuk Anda yang memiliki artikel ilmiah (Jurnal, Buku, Skripsi, Tesis, & Disertasi dll), dan ingin ditambah sitasinya sehingga H-Index Google Scholar Anda naik (mulai harga Rp20.000,-) |
Informasi untuk Anda yang memiliki artikel bebas, opini, catatan akademik/kuliah, Skripsi, Tesis, Disertasi dll, dan ingin terindeks Google Scholar secara otomatis (tidak manual) sehingga mudah di-sitasi dan dibaca secara global (mulai harga Rp50.000,-) |
Hubungi narahubung Kami untuk pembelian buku-buku terbitan Kami |
1. Pengertian Preposition
Preposition adalah salah satu kelas kata (part of speech) dalam bahasa Inggris yang berfungsi untuk menghubungkan kata benda (noun), kata ganti (pronoun), atau frasa nomina (noun phrase) dengan kata lain dalam suatu kalimat. Hubungan yang ditunjukkan preposition dapat berupa tempat, waktu, arah, posisi, cara, alat, tujuan, penyebab, kepemilikan, maupun hubungan abstrak lainnya. Secara sederhana, preposition disebut sebagai kata depan karena biasanya diletakkan di depan noun atau pronoun yang menjadi objeknya.
Kata preposition sendiri berasal dari bahasa Latin: prae (sebelum) dan ponere (meletakkan), yang secara harfiah berarti "kata yang diletakkan sebelum sesuatu." Dalam bahasa Inggris modern, preposition memang hampir selalu muncul sebelum noun atau pronoun, misalnya in the box, at school, under the tree.
Rumus dasar preposition adalah: Preposition + Noun/Pronoun. Gabungan antara preposition dan objeknya disebut prepositional phrase (frasa preposisi). Misalnya, dalam kalimat She is in the classroom, kata in adalah preposition dan the classroom adalah objeknya, sehingga in the classroom merupakan prepositional phrase yang menerangkan lokasi. Objek preposition bisa berupa noun (on the table), pronoun (with him), noun phrase (beside the old building), atau bahkan gerund (without saying goodbye).
Preposition memiliki beberapa karakteristik penting: ia tidak bisa berdiri sendiri tanpa objek, umumnya berada sebelum objeknya, tidak mengalami perubahan bentuk karena tense, jumlah, atau orang, serta sering menjadi bagian dari kolokasi dengan kata kerja, kata sifat, atau kata benda tertentu. Preposition juga bisa terdiri dari satu kata (in, on, at, by), dua kata (due to, according to), atau lebih dari dua kata (in front of, in addition to).
2. Fungsi Preposition
Preposition memiliki fungsi utama sebagai kata penghubung yang menghubungkan noun, pronoun, atau noun phrase dengan kata lain dalam kalimat. Tanpa preposition, makna kalimat sering menjadi tidak jelas. Misalnya, The book is the table salah secara gramatikal karena hubungan antara book dan table tidak dijelaskan, sedangkan The book is on the table menjadi benar dan jelas maknanya.
Preposition menunjukkan tempat (di mana sesuatu berada), seperti in the room, on the desk, at the station. Preposition menunjukkan waktu (kapan sesuatu terjadi), seperti at 7 o'clock, on Monday, in January. Preposition menunjukkan arah (ke mana seseorang bergerak), seperti to school, into the room, across the bridge. Preposition menunjukkan posisi yang lebih spesifik, seperti above the door, below the picture, beside the chair. Preposition menunjukkan cara (bagaimana sesuatu dilakukan), seperti by bus, with a pen, like a professional. Preposition menunjukkan alat yang digunakan, seperti cut with a knife, send by email. Preposition menunjukkan penyebab, seperti because of the rain, due to illness. Preposition menunjukkan tujuan, seperti this is for you, she went to the store to buy milk. Preposition menunjukkan kepemilikan, seperti the color of the car, the man with glasses. Selain itu, preposition juga digunakan dalam kolokasi abstrak bersama verb, adjective, atau noun, seperti depend on, interested in, reason for.
Dalam struktur kalimat, prepositional phrase dapat berfungsi sebagai keterangan tempat (The children are playing in the park), keterangan waktu (We arrived after lunch), keterangan cara (She traveled by train), keterangan alasan (The game was postponed because of the rain), atau sebagai modifier noun (The man with the blue hat is my teacher).
3. Preposition of Place (Kata Depan Tempat)
Preposition of Place digunakan untuk menunjukkan lokasi, posisi, atau letak seseorang, hewan, benda, atau tempat terhadap sesuatu yang lain. Jenis preposition ini menjawab pertanyaan Where? (Di mana?).
In berarti di dalam, digunakan ketika sesuatu berada sepenuhnya di dalam suatu tempat yang memiliki batas, seperti ruangan, kotak, kendaraan besar, kota, atau negara. Contoh: She is in the classroom. They live in Jakarta. On berarti di atas permukaan dan biasanya menunjukkan bahwa suatu benda bersentuhan langsung dengan permukaan tersebut, seperti meja, lantai, dinding, atau layar. Contoh: The book is on the desk. There is a picture on the wall. At digunakan untuk menunjukkan lokasi tertentu yang spesifik tanpa menekankan bagian dalam atau permukaannya, seperti at home, at school, at the airport, at the bus stop. Contoh: She is at school. We met at the station.
Perbedaan in, on, dan at sangat penting: in menekankan ruang atau area yang memiliki batas, on menekankan permukaan, dan at menekankan titik atau lokasi spesifik. Misalnya, She is in the library (berada di dalam gedung perpustakaan) berbeda dengan She is at the library (berada di lokasi perpustakaan secara umum).
Preposition tempat lainnya: under (di bawah, tepat di bawah, the cat is under the table), below (di bawah suatu tingkat tanpa harus bersentuhan, below sea level), above (di atas tanpa menyentuh, the lamp is above the table), over (di atas atau melintasi, the bird flew over the trees), behind (di belakang, the car is behind the house), in front of (di depan, the bus stopped in front of the hotel), beside/next to (di samping, sit beside me), between (di antara dua benda, the bank is between the hospital and the school), among (di antara banyak benda atau orang, she was sitting among her classmates), near (dekat, my house is near the beach), opposite (berseberangan, the bookstore is opposite the hospital), inside (di bagian dalam, stay inside the house), outside (di luar, he is waiting outside the office), dan around (di sekitar, many trees grow around the school).
4. Preposition of Time (Kata Depan Waktu)
Preposition of Time digunakan untuk menunjukkan hubungan dengan waktu: kapan suatu peristiwa terjadi, kapan suatu aktivitas dimulai atau berakhir, berapa lama berlangsung, atau hubungan antara dua waktu yang berbeda. Preposition of Time menjawab pertanyaan When? How long? Since when? Until when?
At digunakan untuk waktu yang sangat spesifik: jam, menit, tengah malam, tengah hari, dan waktu khusus lainnya. Contoh: The class begins at 8 a.m., we usually have lunch at noon, she arrived at midnight. On digunakan untuk hari tertentu dan tanggal tertentu. Contoh: We have English class on Monday, my birthday is on August 12, they arrived on Friday evening. In digunakan untuk periode waktu yang lebih panjang: bulan, tahun, abad, dekade, musim, dan bagian hari. Contoh: She was born in 2004, flowers bloom in spring, I study best in the morning.
Perbedaan at, on, dan in untuk waktu dapat diilustrasikan dengan kalimat: We will meet at 10:00 a.m. on Monday in August. Di sini at menunjukkan jam, on menunjukkan hari, dan in menunjukkan bulan.
Since berarti sejak, digunakan untuk menunjukkan titik awal waktu yang masih berlanjut hingga sekarang, biasanya bersama present perfect tense. Contoh: I have lived here since 2018. For berarti selama, digunakan untuk menunjukkan lamanya waktu (durasi). Contoh: He has studied English for five years. Perbedaan utama: since menunjukkan titik awal (since 2020), sedangkan for menunjukkan durasi (for three years).
Preposition waktu lainnya: during (selama berlangsungnya suatu periode, nobody spoke during the exam), before (sebelum, finish your homework before dinner), after (sesudah, we played football after school), until/till (sampai, stay here until I return), by (paling lambat, submit your assignment by Friday), from...to... (rentang waktu, we work from Monday to Friday), within (dalam batas waktu tertentu, please reply within three days), dan throughout (sepanjang suatu periode tanpa terputus, it rained throughout the night).
5. Preposition of Direction (Kata Depan Arah)
Preposition of Direction digunakan untuk menunjukkan arah, tujuan, atau jalur perpindahan seseorang, hewan, atau benda dari satu tempat ke tempat lain. Preposition ini selalu berkaitan dengan gerakan (movement), berbeda dengan preposition of place yang menunjukkan posisi tetap. Preposition of Direction menjawab pertanyaan Where to? Where from? Which way?
To berarti menuju/ke, menunjukkan tujuan akhir suatu gerakan. Contoh: I go to school every day, we traveled to Bali. Into berarti masuk ke dalam, menunjukkan perpindahan dari luar menuju bagian dalam. Contoh: She walked into the classroom, he jumped into the river. Onto berarti naik ke atas, menunjukkan gerakan menuju permukaan sesuatu. Contoh: The cat jumped onto the sofa. From berarti dari, menunjukkan asal suatu gerakan. Contoh: She comes from Canada. Out of berarti keluar dari, menunjukkan perpindahan dari dalam menuju luar. Contoh: The children ran out of the classroom. Toward(s) berarti menuju ke arah, tanpa memastikan apakah tujuan tercapai. Contoh: She walked toward the station (belum tentu sampai). Across berarti menyeberangi dari satu sisi ke sisi lain. Contoh: We walked across the bridge. Through berarti melalui bagian dalam suatu tempat. Contoh: The train went through the tunnel. Along berarti menyusuri atau mengikuti jalur. Contoh: We walked along the beach. Around berarti mengelilingi. Contoh: They walked around the museum. Past berarti melewati suatu titik tanpa berhenti. Contoh: She walked past the library. Up (ke atas, she ran up the stairs) dan Down (ke bawah, they walked down the mountain) juga termasuk kelompok ini.
Perbedaan penting: to menunjukkan bahwa tujuan dicapai (She walked to the station = sampai di stasiun), sedangkan toward hanya menunjukkan arah (She walked toward the station = belum tentu sampai). Demikian pula, in menunjukkan posisi (She is in the room) sedangkan into menunjukkan gerakan masuk (She walked into the room). Across digunakan untuk menyeberangi permukaan (across the road), sedangkan through digunakan untuk melewati bagian dalam (through the tunnel).
6. Preposition of Movement (Kata Depan Gerakan)
Preposition of Movement digunakan untuk menunjukkan adanya perpindahan atau gerakan seseorang, hewan, atau benda dari satu tempat ke tempat lain. Preposition ini hampir selalu digunakan bersama verbs of movement seperti go, come, walk, run, drive, fly, swim, climb, dan jump. Dalam banyak buku tata bahasa, Preposition of Movement dianggap bagian dari Preposition of Direction, namun secara praktis, preposition of direction lebih menekankan arah atau tujuan, sedangkan preposition of movement lebih menekankan proses perpindahan atau lintasan gerakan.
Contoh preposition of movement beserta fungsinya: into (masuk ke dalam, the students walked into the classroom), out of (keluar dari, she walked out of the office), onto (naik ke permukaan, the child climbed onto the chair), off (turun dari permukaan, she got off the train), across (menyeberangi, she swam across the lake), through (melewati bagian dalam, they walked through the forest), along (menyusuri, she cycled along the road), around (mengelilingi, the children ran around the playground), over (melewati bagian atas, the horse jumped over the fence), under (melewati bagian bawah, we walked under the bridge), up (bergerak ke atas, she ran up the stairs), down (bergerak ke bawah, the children ran down the hill), past (melewati suatu titik, the bus drove past the station), toward(s) (bergerak ke arah, the boy ran toward his mother), dan away from (menjauh dari, the children moved away from the road).
Perbedaan antara Preposition of Place dan Preposition of Movement sangat penting. The cat is on the roof (posisi tetap) berbeda dengan The cat jumped onto the roof (gerakan). Demikian pula, She is in the room (posisi) berbeda dengan She walked into the room (gerakan masuk).
7. Preposition of Manner (Kata Depan Cara)
Preposition of Manner digunakan untuk menunjukkan cara, metode, gaya, atau sarana bagaimana suatu tindakan dilakukan. Preposition ini menjawab pertanyaan How? (Bagaimana?).
By merupakan preposition of manner yang paling sering digunakan. Untuk transportasi, by digunakan ketika menyebut jenis transportasi secara umum: by bus, by train, by plane, by car, by bicycle. Catatan penting: jika menggunakan artikel (a, the) atau kata sifat, gunakan on atau in, bukan by, misalnya on the bus, in the car. Untuk cara atau metode, by digunakan dengan ekspresi seperti by hand, by mistake, by chance, by accident. Dengan gerund, by + verb-ing digunakan untuk menunjukkan cara mencapai suatu hasil: You can improve your English by reading books, he became healthy by exercising regularly.
With menunjukkan alat, instrumen, atau benda yang digunakan untuk melakukan suatu tindakan: she writes with a pencil, cut the bread with a knife, he painted the wall with a brush. Like berarti seperti, digunakan untuk membandingkan cara melakukan sesuatu: She sings like a professional singer, he runs like the wind. As berarti sebagai (dalam kapasitas sebagai), berbeda dengan like yang hanya menyatakan kemiripan: she works as a nurse, he served as captain. Through dapat menunjukkan cara atau proses yang dilalui untuk mencapai sesuatu: success comes through hard work, we learned a lot through experience. Via berarti melalui atau dengan perantara, biasanya dalam konteks komunikasi atau pengiriman: please send the file via email, we attended the meeting via Zoom. Without berarti tanpa: she solved the problem without assistance, he left without saying goodbye.
8. Preposition of Instrument (Kata Depan Alat)
Preposition of Instrument digunakan untuk menunjukkan alat, instrumen, media, atau sarana yang digunakan untuk melakukan suatu tindakan. Preposition ini menjawab pertanyaan With what? By what means?
With adalah preposition yang paling sering digunakan untuk menunjukkan alat fisik yang dipakai secara langsung: alat tulis (with a pen, with a pencil), alat makan (with a spoon, with chopsticks), alat kerja (with a hammer), atau teknologi (with a computer). Contoh: She writes with a pencil, cut the meat with a knife, the carpenter worked with a hammer. By digunakan untuk menunjukkan media, sarana, atau metode, berbeda dengan with yang menunjukkan alat yang dipegang langsung. Untuk komunikasi: send by email, talk by phone, broadcast by radio. Untuk transportasi: traveled by train, came by taxi. Untuk pembayaran: paid by credit card, transferred by bank transfer. Via berarti melalui media atau jalur perantara, lebih formal: please contact me via WhatsApp, the meeting was held via Zoom.
Perbedaan paling penting: with menunjukkan alat fisik yang digunakan langsung (She wrote the letter with a pen), sedangkan by menunjukkan metode atau media (He sent the letter by email). Kesalahan umum: ❌ She writes by a pen → ✅ She writes with a pen; ❌ I came with bus → ✅ I came by bus; ❌ Send it with email → ✅ Send it by email.
9. Preposition of Cause (Kata Depan Penyebab)
Preposition of Cause digunakan untuk menunjukkan penyebab, alasan, faktor, atau keadaan yang mengakibatkan terjadinya suatu peristiwa atau tindakan. Preposition ini menjawab pertanyaan Why? For what reason? What caused it?
Because of berarti karena, merupakan preposition of cause yang paling umum, diikuti oleh noun atau noun phrase: The match was canceled because of heavy rain, she stayed home because of a fever, we arrived late because of traffic. Due to bersifat lebih formal, berarti disebabkan oleh, sering digunakan dalam laporan, berita, atau dokumen resmi: The flight was delayed due to bad weather, production stopped due to technical problems. Owing to sangat formal, hampir sama dengan due to: The roads were closed owing to flooding, the meeting was postponed owing to illness. Thanks to menunjukkan penyebab yang positif, berarti berkat: We succeeded thanks to your support, she passed the exam thanks to hard work. On account of berarti karena, termasuk compound preposition yang formal: School was closed on account of heavy rain. As a result of berarti sebagai akibat dari: Many houses were damaged as a result of the earthquake. In view of dan in light of berarti mengingat/berdasarkan, digunakan dalam konteks formal: In view of recent events, security has been increased. Out of digunakan untuk menyatakan motivasi emosional: She helped him out of kindness, he stayed silent out of respect, they acted out of fear.
Perbedaan yang sangat penting: because diikuti klausa (Subject + Verb), sedangkan because of diikuti noun atau noun phrase. Misalnya, We stayed home because it was raining (klausa) vs We stayed home because of the rain (noun phrase). Demikian pula, thanks to lebih lazim untuk penyebab positif, sedangkan because of bersifat netral.
10. Preposition of Purpose (Kata Depan Tujuan)
Preposition of Purpose digunakan untuk menunjukkan tujuan, maksud, fungsi, kegunaan, atau alasan mengapa suatu tindakan dilakukan atau mengapa suatu benda digunakan. Preposition ini menjawab pertanyaan What is it for? What is the purpose?
For adalah preposition yang paling umum untuk menunjukkan tujuan, bisa berarti untuk, bagi, demi. Untuk menunjukkan tujuan benda: This machine is for making coffee, this room is for meetings. Untuk menunjukkan penerima: This gift is for you, I bought flowers for my mother. Untuk menunjukkan manfaat: Exercise is good for your health. Dengan pola for + gerund, digunakan untuk menjelaskan fungsi suatu benda: A pen is for writing, soap is for washing hands, this application is for learning English.
Pola to + infinitive juga sangat umum untuk menyatakan tujuan suatu tindakan (meskipun secara teknis to di sini adalah infinitive marker, bukan preposition murni): I went to the library to study, she saved money to buy a car, they came early to prepare the room. Perbedaan penting: for + gerund menjelaskan fungsi benda (This knife is for cutting vegetables), sedangkan to + infinitive menjelaskan tujuan tindakan (She bought a knife to cut vegetables).
Preposition tujuan lainnya yang lebih formal: in order to (agar/supaya, We left early in order to avoid traffic), so as to (agar, He whispered so as to avoid waking the baby), for the purpose of (dengan tujuan, The funds were provided for the purpose of education), for the sake of (demi, He sacrificed everything for the sake of his family), on behalf of (atas nama, She accepted the award on behalf of her team), dan in aid of (untuk membantu, The concert was organized in aid of disaster victims).
11. Preposition of Possession (Kata Depan Kepemilikan)
Preposition of Possession digunakan untuk menunjukkan hubungan kepemilikan, hubungan antara bagian dengan keseluruhan, asal, karakteristik, isi, atau keterkaitan antara dua benda, orang, atau konsep.
Of adalah preposition kepemilikan yang paling sering digunakan. Untuk kepemilikan: the roof of the house, the owner of the company. Untuk hubungan bagian dengan keseluruhan: the top of the mountain, the end of the road. Untuk isi: a cup of tea, a bottle of water, a piece of cake. Untuk hubungan: the father of the bride, the president of the university. Untuk bahan: the table is made of wood, the cup is made of ceramic.
With menunjukkan sesuatu yang dimiliki, dibawa, atau menjadi ciri khas seseorang atau benda: a girl with long hair, a man with glasses, a house with a swimming pool, the woman with the red hat is my teacher. Ekspresi belong to berarti milik: This laptop belongs to Sarah, the land belongs to my grandfather. Dalam bentuk pasif, owned by digunakan: The building is owned by the government.
Perbedaan antara of dan 's possessive: 's biasanya digunakan untuk manusia, hewan, dan organisasi (John's car, the company's policy), sedangkan of biasanya digunakan untuk benda, tempat, konsep, dan bagian (the roof of the house, the history of Indonesia). The roof of the house lebih alami daripada The house's roof, tetapi John's car lebih umum daripada The car of John.
12. Compound Prepositions (Kata Depan Majemuk)
Compound Prepositions adalah preposition yang terdiri dari dua kata atau lebih tetapi berfungsi sebagai satu kesatuan. Berbeda dengan simple prepositions seperti in, on, at, by, for, to, compound prepositions terbentuk dari gabungan beberapa kata yang tidak dapat dipisahkan tanpa mengubah makna.
Berikut adalah compound prepositions yang paling sering digunakan beserta artinya: according to (menurut/berdasarkan), because of (karena), due to (disebabkan oleh), owing to (karena, formal), in front of (di depan), next to (di samping), close to (dekat dengan), far from (jauh dari), instead of (sebagai pengganti), apart from (selain/kecuali), in addition to (selain itu/sebagai tambahan), along with (bersama dengan), as well as (selain/juga), in spite of (meskipun), on behalf of (atas nama), with regard to (mengenai), by means of (dengan menggunakan), in case of (jika terjadi), in charge of (bertanggung jawab atas), in favor of (mendukung).
Kesalahan umum yang perlu dihindari: ❌ The hotel is next the bank → ✅ next to the bank; ❌ According the teacher → ✅ According to the teacher; ❌ In spite the rain → ✅ In spite of the rain; ❌ Because heavy rain → ✅ Because of heavy rain.
13. Double Prepositions (Kata Depan Ganda)
Double Prepositions adalah gabungan dua preposition yang digunakan secara berurutan dan berfungsi sebagai satu kesatuan untuk menunjukkan hubungan yang lebih spesifik mengenai arah, tempat, waktu, posisi, atau gerakan. Berbeda dengan compound prepositions yang sering terdiri dari preposition dengan kata lain, double prepositions terbentuk dari dua preposition yang berdampingan.
Contoh-contoh double prepositions: out of (keluar dari, the children ran out of the classroom), from behind (dari belakang, a man appeared from behind the wall), from under (dari bawah, the ball rolled from under the bed), from among (dari antara, she was chosen from among the applicants), from between (dari antara dua benda, water flowed from between the rocks), up to (hingga/maksimal, the room can hold up to fifty people), down to (sampai pada, it comes down to experience), until after (sampai setelah, we stayed until after dinner), inside of (di bagian dalam), outside of (di luar), dan off of (dari atas, lebih umum dalam American English).
Perbedaan antara double prepositions dan compound prepositions: pada double prepositions, kedua unsurnya adalah preposition (out of, from behind), sedangkan pada compound prepositions biasanya terdapat gabungan preposition dengan unsur lain seperti noun (in front of) atau participle (according to).
14. Participle Prepositions (Kata Depan dari Participle)
Participle Prepositions adalah preposition yang berasal dari bentuk participle suatu kata kerja—terutama present participle (-ing)—tetapi dalam penggunaannya tidak lagi berfungsi sebagai kata kerja, melainkan sebagai preposition. Jenis ini menunjukkan hubungan seperti topik, pengecualian, penyertaan, pertimbangan, waktu, atau acuan.
Participle prepositions yang paling sering digunakan: considering (mengingat/mempertimbangkan, Considering his experience, he deserves the promotion), regarding (mengenai, Regarding your request, we have approved it), concerning (mengenai, sangat formal, Concerning your proposal, we need more information), during (selama, Nobody talked during the exam), following (setelah, Following the ceremony, everyone had lunch), including (termasuk, Five countries, including Indonesia, attended the conference), excluding (tidak termasuk, The price is $50, excluding shipping), barring (kecuali jika, Barring bad weather, the event will continue), pending (sambil menunggu, The decision is delayed pending further investigation), given (mengingat/berdasarkan, Given the current situation, we should be careful), notwithstanding (meskipun, sangat formal), dan assuming (dengan asumsi, Assuming everything goes well, we'll finish next week).
Participle prepositions memiliki ciri khas: berasal dari verb, tidak berfungsi sebagai verb, tidak memiliki subject sendiri, selalu diikuti noun atau noun phrase, dan tidak menunjukkan tense. Perbedaan penggunaan: regarding lebih formal dan sering dalam email/bisnis, sedangkan about lebih umum dalam percakapan sehari-hari. Kesalahan umum: ❌ Regarding about your proposal → ✅ Regarding your proposal (karena regarding sudah berarti "mengenai", tidak perlu ditambah about).
15. Phrase Prepositions (Frasa Preposisi)
Phrase Prepositions (juga disebut multi-word prepositions) adalah kelompok kata yang terdiri dari dua kata atau lebih dan secara keseluruhan berfungsi sebagai satu preposition. Meskipun terdiri dari beberapa kata, seluruh frasa tersebut memiliki satu makna dan satu fungsi gramatikal. Phrase prepositions biasanya terdiri dari pola preposition + noun + preposition, misalnya in + accordance + with.
Phrase prepositions yang penting antara lain: in accordance with (sesuai dengan, Employees must act in accordance with company regulations), by means of (dengan menggunakan, Information was sent by means of email), in addition to (selain/sebagai tambahan, In addition to English, she speaks Japanese), with regard to (mengenai, With regard to your application, we need more documents), on behalf of (atas nama, She accepted the award on behalf of her team), for the sake of (demi, He sacrificed his career for the sake of his family), in front of (di depan), in spite of (meskipun), in case of (jika terjadi), in favor of (mendukung), in charge of (bertanggung jawab atas), in place of (sebagai pengganti), in view of (mengingat), in light of (berdasarkan), in relation to (berkaitan dengan), by virtue of (berdasarkan/karena), dan at the expense of (dengan mengorbankan).
Phrase prepositions umumnya lebih panjang daripada compound prepositions dan lebih sering muncul dalam bahasa formal, akademik, bisnis, dan hukum. Frasa-frasa ini merupakan fixed expressions (ungkapan tetap) yang tidak dapat diterjemahkan atau dibentuk secara harfiah kata demi kata.
16. Perbedaan At, In, dan On
At, In, dan On adalah tiga preposition yang paling sering digunakan dan paling sering membingungkan karena semuanya dapat diterjemahkan sebagai "di", "pada", atau "dalam". Prinsip dasar terpenting adalah tingkat spesifikasi: semakin spesifik suatu lokasi atau waktu, semakin besar kemungkinan menggunakan at.
Untuk tempat: At digunakan untuk titik atau lokasi yang sangat spesifik (at home, at school, at work, at the airport, at the door). In digunakan untuk ruang atau area yang memiliki batas (in the room, in the building, in Jakarta, in Indonesia). On digunakan ketika sesuatu berada di atas permukaan dan bersentuhan langsung (on the table, on the floor, on the wall). Contoh perbandingan: She is at school (lokasi sebagai titik), She is in the school (berada di dalam gedung sekolah), There is a notice on the school wall (menempel di dinding).
Untuk waktu: At digunakan untuk jam atau waktu spesifik (at 7:00, at noon, at midnight, at night). On digunakan untuk hari dan tanggal (on Monday, on July 10, on Christmas Day). In digunakan untuk periode yang lebih panjang (in January, in 2026, in summer, in the morning). Gambaran hierarki: in 2026 → in August → on August 10 → on Monday → at 9:00 — semakin spesifik waktunya, semakin cenderung menggunakan at.
Kesalahan umum: ❌ I was born at 2001 → ✅ in 2001; ❌ The meeting is in Monday → ✅ on Monday; ❌ The train leaves on 7 a.m. → ✅ at 7 a.m.; ❌ The keys are in the table → ✅ on the table; ❌ She is on the classroom → ✅ in the classroom.
17. Perbedaan In, Into, dan Inside
In, Into, dan Inside sering membingungkan karena ketiganya dapat diterjemahkan sebagai "di dalam" atau "ke dalam", namun memiliki fungsi yang berbeda.
In menunjukkan posisi atau lokasi di dalam suatu tempat, tanpa gerakan. Ini adalah keadaan statis: She is in the classroom, my wallet is in my pocket, they live in Australia. Into menunjukkan gerakan dari luar menuju ke bagian dalam suatu tempat, selalu mengandung unsur movement. Harus diikuti verb of movement: She walked into the classroom, the dog ran into the garden, he jumped into the river. Selain gerakan fisik, into juga digunakan untuk perubahan keadaan: water turns into ice, the caterpillar changed into a butterfly, divide the class into two groups. Inside menekankan bagian interior suatu tempat atau benda, dan dapat berfungsi sebagai preposition (stay inside the house), adverb (come inside), atau noun (the inside of the box).
Perbandingan ketiga kata: The cat is in the box (posisi), The cat jumped into the box (gerakan masuk), The cat stayed inside the box (menekankan bahwa kucing tetap berada di bagian dalam kotak). Tips: tanyakan apakah ada gerakan dari luar ke dalam → gunakan into; apakah hanya menjelaskan lokasi → gunakan in; apakah ingin menekankan bagian interior → gunakan inside.
18. Perbedaan To, Toward(s), For, dan Until
To menunjukkan arah, tujuan, atau penerima, dan biasanya mengisyaratkan bahwa tujuan dicapai: She walked to the station (sampai di stasiun), give the book to John. Toward(s) hanya menunjukkan arah tanpa memastikan tujuan tercapai: She walked toward the station (belum tentu sampai). Perbedaan: The child ran to his father (berhasil mencapai ayahnya) vs The child ran toward his father (berlari ke arah ayahnya, hasil akhir tidak diketahui).
For memiliki banyak fungsi: tujuan (this gift is for you), manfaat (exercise is good for your health), penerima (I bought flowers for my mother), durasi (we stayed there for three days), dan fungsi benda (a knife is for cutting). Perbedaan to dan for: I sent the email to my teacher (teacher menerima email langsung) vs I bought a gift for my mother (hadiah diperuntukkan bagi ibu).
Until menunjukkan batas akhir waktu atau keadaan, artinya sesuatu berlangsung terus hingga batas tertentu: stay here until I come back, the shop is open until 10 p.m. Perbedaan until dan by: She worked until midnight (bekerja terus sampai tengah malam) vs Finish the report by Friday (laporan harus selesai paling lambat hari Jumat — by menunjukkan tenggat waktu). Kesalahan umum: ❌ Finish the report until Monday → ✅ Finish the report by Monday.
19. Kesalahan Umum dalam Penggunaan Preposition
Kesalahan preposition sangat sering terjadi karena penggunaannya tidak selalu dapat diterjemahkan secara harfiah dari bahasa Indonesia dan banyak preposition memiliki aturan khusus serta kolokasi (fixed collocations) yang harus dipelajari melalui pemahaman dan latihan.
Kesalahan-kesalahan umum yang harus dihindari: ❌ married with → ✅ married to; ❌ good in English → ✅ good at English; ❌ interested to music → ✅ interested in music; ❌ depend of → ✅ depend on; ❌ listen me → ✅ listen to me; ❌ discuss about the problem → ✅ discuss the problem (kata kerja discuss tidak perlu preposition); ❌ enter into the room (jika berarti memasuki ruangan) → ✅ enter the room; ❌ since three years → ✅ for three years; ❌ between five students → ✅ among five students; ❌ beside English (jika berarti "selain") → ✅ besides English; ❌ because the rain → ✅ because of the rain; ❌ despite it rained → ✅ although it rained; ❌ works like a doctor (jika profesinya dokter) → ✅ works as a doctor; ❌ the capital from Indonesia → ✅ the capital of Indonesia; ❌ I came with bus → ✅ I came by bus; ❌ she wrote by a pen → ✅ she wrote with a pen.
Untuk menghindari kesalahan, pelajarilah kolokasi (collocations) antara kata kerja, kata sifat, preposition, jangan menerjemahkan kata demi kata dari bahasa Indonesia, perhatikan konteks kalimat, dan hafalkan fixed expressions seperti at home, on time, in danger, by mistake.
20. Preposition dalam Collocations (Kombinasi Kata Tetap)
Salah satu aspek paling penting dalam mempelajari preposition adalah memahami collocations, yaitu kombinasi kata yang secara alami selalu digunakan bersama oleh penutur asli. Banyak preposition tidak dapat dipilih secara bebas, tetapi harus mengikuti pasangan kata tertentu yang sudah baku.
Verb + Preposition yang penting: listen to (mendengarkan), depend on (bergantung pada), believe in (percaya pada), wait for (menunggu), look at (melihat), look for (mencari), look after (merawat), look into (menyelidiki), apply for (melamar), apply to (mengajukan kepada), apologize to (meminta maaf kepada), apologize for (meminta maaf karena), suffer from (menderita karena), care about (peduli terhadap), agree with (setuju dengan seseorang), agree on (setuju tentang topik), complain about (mengeluh tentang), complain to (mengeluh kepada).
Adjective + Preposition yang penting: afraid of (takut akan), interested in (tertarik pada), good at (mahir dalam), bad at (tidak mahir dalam), proud of (bangga atas), famous for (terkenal karena), responsible for (bertanggung jawab atas), different from (berbeda dari), similar to (mirip dengan), married to (menikah dengan), full of (penuh dengan), angry with (marah kepada seseorang), angry about (marah tentang suatu hal).
Noun + Preposition yang penting: reason for (alasan untuk), solution to (solusi untuk), answer to (jawaban atas), invitation to (undangan ke), increase in (peningkatan dalam), decrease in (penurunan dalam), need for (kebutuhan akan), demand for (permintaan akan), interest in (minat terhadap), advantage of (keuntungan dari).
21. Tips dan Strategi Menguasai Preposition
Menguasai preposition membutuhkan lebih dari sekadar menghafal daftar kata. Diperlukan pemahaman konsep, penguasaan kolokasi, paparan bahasa yang autentik, dan latihan yang konsisten.
Langkah pertama adalah memahami konsep dasar dan mengelompokkan preposition berdasarkan fungsi (tempat, waktu, arah, gerakan, penyebab, tujuan, cara, kepemilikan) daripada menghafal secara alfabetis. Kedua, pelajari makna inti setiap preposition. Misalnya, makna inti in adalah "berada di dalam suatu batas", sehingga semua penggunaannya (in the room, in Jakarta, in 2026, in the morning) dapat dipahami dari konsep dasar ini.
Ketiga, hafalkan collocations sebagai satu kesatuan. Jangan hafalkan interested dan in secara terpisah, tetapi hafalkan interested in sebagai satu unit. Keempat, jangan menerjemahkan secara harfiah dari bahasa Indonesia, karena banyak preposition memiliki penggunaan idiomatis. Kelima, pelajari melalui kalimat, bukan kata terpisah, agar memahami konteks penggunaan.
Keenam, pelajari fixed expressions seperti at home, on time, in danger, by chance, by mistake, for example, in charge of, according to. Ketujuh, gunakan visualisasi untuk memahami hubungan ruang (diagram posisi above, below, beside, between, among, in front of, behind). Kedelapan, perbanyak membaca dan mendengarkan bahasa Inggris autentik agar mengenali pola penggunaan preposition secara alami. Kesembilan, latihan menulis dan berbicara menggunakan preposition untuk mengubah pengetahuan pasif menjadi kemampuan aktif. Kesepuluh, catat dan pelajari kesalahan pribadi agar tidak mengulang kesalahan yang sama.
Kesimpulan
Preposition merupakan salah satu unsur paling penting dalam tata bahasa Inggris. Sebagai kata penghubung, preposition berfungsi menjelaskan berbagai hubungan makna antara noun, pronoun, atau noun phrase dengan unsur lain dalam kalimat: tempat, waktu, arah, gerakan, cara, alat, penyebab, tujuan, kepemilikan, maupun hubungan abstrak. Preposition hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari simple prepositions (in, on, at, by), compound prepositions (because of, next to, in spite of), participle prepositions (regarding, considering, including), hingga phrase prepositions (in accordance with, by means of, on behalf of).
Pemahaman mendalam terhadap perbedaan antarpreposition yang tampak mirip—seperti in vs into vs inside, at vs in vs on, to vs toward vs for, since vs for, atau between vs among—sangat menentukan ketepatan makna kalimat. Selain itu, penguasaan collocations antara preposition dengan kata kerja, kata sifat, dan kata benda tertentu merupakan kunci untuk menggunakan bahasa Inggris secara alami dan tepat. Dengan memahami semua aspek preposition tersebut, seseorang akan mampu menyusun kalimat bahasa Inggris yang gramatikal, jelas maknanya, tepat konteksnya, dan alami digunakan — baik dalam percakapan sehari-hari, penulisan akademik, maupun komunikasi profesional.


0 Komentar